IDXINDUST

 0.27%

IDXINFRA

 -0.81%

MNC36

 -1.13%

IDXCYCLIC

 -0.45%

IDXSMC-LIQ

 -0.93%

IDXHEALTH

 -0.63%

IDXTRANS

 -0.10%

IDXENERGY

 -0.32%

IDXMESBUMN

 -1.04%

IDXQ30

 -0.91%

IDXFINANCE

 -0.69%

INFOBANK15

 -1.10%

I-GRADE

 -1.26%

COMPOSITE

 -0.86%

IDXTECHNO

 -1.67%

IDXV30

 -0.57%

ESGQKEHATI

 -1.09%

IDXNONCYC

 -0.71%

Investor33

 -1.00%

IDXSMC-COM

 -0.70%

IDXESGL

 -1.27%

IDXBASIC

 -1.18%

DBX

 -0.21%

IDX30

 -1.18%

IDXG30

 -1.18%

KOMPAS100

 -0.99%

ESGSKEHATI

 -1.09%

PEFINDO25

 -1.11%

MBX

 -0.99%

BISNIS-27

 -1.21%

ISSI

 -0.84%

IDXPROPERT

 -0.27%

LQ45

 -1.12%

IDXBUMN20

 -1.12%

IDXHIDIV20

 -0.86%

JII

 -1.10%

IDX80

 -1.05%

JII70

 -1.01%

SRI-KEHATI

 -0.96%

SMinfra18

 -0.70%

KISI
victoria sekuritas

BEI Beri Sinyal Jam Perdagangan Kembali Normal Tahun Depan

24/11/2021, 16:59 WIB

BEI Beri Sinyal Jam Perdagangan Kembali Normal Tahun Depan

EmitenNews.com -Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan sedangkan mengkaji untuk mengembalikan jam perdagangan dan pengembalian peraturan perdagangan dalam kondisi normal sebelum masa pandemi Covid-19.

 

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Laksono W. Widodo mengatakan, bahwa untuk mengembalikan jam perdagangan dalam kondisi normal akan terus dikoordinasikan dengan OJK.

 

“Soal kapanya, feeling ( taksiran) saya kog baru awal tahun depan karena kondisi pandemi masih berlaku. Jadi koordinasi dengan OJK apakah akan mengembali jam perdagangan normal,” kata dalam  Edukasi Wartawan Pasar Modal terkait Sosialisasi Proyek Pre-Closing dan Penutupan Kode Broker secara daring, Rabu (24/11/2021).

 

Ia menambahkan, hal lain yang akan dikembalikan dalam kondisi normal adalalah peraturan terkait penolakan penawaran jual beli atau rejectin asimetris menjadi simetris.

 

“ Tentunya hal itu juga kita diskusikan dengan internal dan OJK,” kata dia.

 

Hanya saja, jelas dia, ancaman gelombang ketiga pandemi Covid-19 di akhir tahun 2021 hingga  awal tahun 2022 menjadi perhatian dalam pengambilan keputusan.

 

“Sebab para pelaku pasar tidak ingin peraturan berubah ubah. Misalnya kita kembalikan sekarang tapi nanti pandeminya naik lagi dan kita pendekan lagi jam perdagangan, nah itu yang tidak diinginkan pelaku pasar,” pungkas dia.




Author: K M