BTN Siap Layani Transaksi Perbankan 6,5 Juta Jemaat HKBP
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu bersama Ketua Yayasan Universitas HKBP Nomensen, Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon memperlihatkan naskah MOU disaksikan Ompui Ephorus HKBP , Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan, Direktur Commercial Banking BTN Hermita dan SEVP Digital Business BTN Thomas Wahyudi usai menandatangani Nota Kesepahaman (MOU) antara BTN dengan Huria Kristen Bataka Protestan (HKBP) dan Yayasan Universitas HKBP Nomensen di Medan, Sumater Utara, Selasa (26/8). (Foto: Endang Muchtar)
EmitenNews.com - PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) memperkuat penetrasi layanan perbankan dengan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Yayasan Universitas HKBP Nomensen di Medan, Sumatera Utara, Selasa (26/8).
Kerja sama tersebut mencakup penyediaan layanan perbankan bagi 6,5 juta jemaat HKBP. Melalui sinergi ini, BTN berkomitmen menghadirkan produk dan solusi komprehensif, mulai dari pendanaan hingga pembiayaan. Salah satunya, BTN menyiapkan produk Tabungan Khusus Jemaat HKBP sebagai bentuk nyata integrasi antara ibadah, tabungan, dan dukungan kepada gereja.
Selain itu, BTN juga5 mendukung pengelolaan keuangan organisasi gereja melalui Bale Korpora, sebuah platform digital korporasi BTN dengan sistem Single Sign-On. Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menuturkan, platform ini memungkinkan pengelolaan dana gereja lebih transparan dan efisien.
“Bale Korpora dapat membantu gereja dalam melakukan transfer dana, pembayaran, pembelian, payroll, hingga manajemen likuiditas. Dengan begitu, HKBP dapat mengelola keuangan secara profesional dan modern,” ujar Nixon.
Related News
Survei LPEM UI, Harga Lebih Terjangkau Mobil Bekas Jadi Pilihan
Reli Emas 2025 Fantastis, Begini Prospeknya Tahun Ini
Pemerintah Pangkas Produksi Batu Bara, APBI Ingatkan Soal Tenaga Kerja
Bos Danantara Pastikan Ada Tambahan Saham Warga Asli Papua di Freeport
Sekuritas Valas BI Hadir Kembali, Kali Ini Bernilai Rp1,61 Triliun
Pertama Kali Dalam 9 Tahun, Lifting Minyak Lewati Target APBN





