Bubar! Konsorsium Jasa Marga (JSMR) Gagal Garap Tol Getaci, PUPR Siap Lelang Ulang
EmitenNews.com—Bubarnya konsorsium yang akan menggarap proyek jalan tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci) direspons cepat oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan segera melakukan lelang ulang.
Sebelumnya, Badan Usaha Jalan Tol ( BUJT ) yang bertanggung jawab terhadap proyek jalan tol Getaci adalah konsorsium PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) yaitu PT Jasamarga Gedebage Cilacap (JGC). Perincian komposisi kepemilikan sahamnya yakni Jasa Marga selaku pemegang saham mayoritas sebesar 32,5%, Kemitraan PT Daya Mulia Turangga-Gama Group-PT Jasa Sarana 27,5%, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) sekitar 20%, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) 10%, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) 10%.
Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR , Hedy Rahadian, menjelaskan lelang ulang akan segera dibuka setelah proses formal kontrak yang telah mencapai deadlock diselesaikan. Adanya kejadian ini dipastikan berdampak pada waktu dimulainya konstruksi.
"Jadwal konstruksi sudah pasti akan mundur, tetapi untuk pembebasan lahan tetap berjalan, kita hanya mundurkan konstruksinya, karena harus lelang ulang," ujar Hedy di Jakarta, Rabu (8/2).
Tol Getaci digadang-gadang menjadi tol terpanjang di Tanah Air dengan taksiran nilai investasi mencapai Rp56 triliun, dengan panjang 206,65 km. Hedy menambahkan bahwa tol ini mengalami default karena PT JGC gagal mendapatkan dukungan finansial dari lembaga pembiayaan hingga waktu yang ditentukan.
"Untuk siapa yang ikut lelang dalam proyek ini, kita belum tahu, karena belum kita buka, tetapi tentu kita akan petakan kemampuan finansial dari calon investor agar persoalan financial close tidak jadi masalah lagi, sehingga bisa dieksekusi," ucap dia.
Related News
Arus Lalu Lintas Tertinggi Sepanjang Sejarah Mudik Pecah
Operasi Ketupat, Termasuk One Way Nasional, Resmi Ditutup
Rehabilitasi Wilayah Pascabencana Sumatera Butuh Rp130T Dalam 3 Tahun
Ekonomi Indonesia Tidak Baik-baik Saja, Cek Argumen Direktur PEPS Ini
Momen Ramadan Dorong Ekonomi Tumbuh dalam Catatan Indef-Celios
Revitalisasi 60 Ribu Sekolah, Dikdasmen Usul Tambah Anggaran Rp89,5T





