ARTO juga sukses melakukan perbaikan rasio biaya terhadap pendapatan yang diharapkan dapatb berimbas terhadap harga saham ARTO ke depan.
Katalis positif lainnya datang dari kolaborasi antara ARTO dengan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Kedua entitas ini diketahui melakukan kerja sama fasilitas pembiayaan bersama (joint financing) senilai Rp 2 triliun.
Dalam konteks kerja sama tersebut, ARTO akan bertindak sebagai pemberi fasilitas pembiayaan kepada BFI Finance. Kolaborasi ini merupakan implementasi strategi penyaluran kredit melalui kemitraan (partnership lending) berbasis ekosistem.
Related News
Akhiri 2025, Emiten Grup Bakrie (VKTR) Merugi Rp11,37 Miliar
Senyap, Lo Kheng Hong Serap 1,4 Juta Saham GJTL
Beban Pokok Penjualan Keramik Bengkak, Laba ARNA 2025 Menciut
Laba ENRG Melonjak 25,57 Persen pada 2025, Sentuh USD91,61 Juta
Lima Saham Masuk Sorotan Bursa, Tiga Langsung Terperosok
Lifestyle, BTN Perkuat Ekosistem Kopi via Bale





