Cetak Laba Rp39,31 Triliun, Kontribusi BRI (BBRI) ke Negara & Rakyat Semakin Meningkat
Persentase tersebut sangat kuat mengingat untuk mencapai minimum requirement yang comply dengan Basel III hanya dibutuhkan 17,5%. “Sehingga bisa disimpulkan bahwa modal kita cukup untuk tumbuh beberapa tahun ke depan mungkin 3-4 tahun ke depan,” ujar Sunarso penuh optimisme.
Ketiga, BRI harus memiliki kecukupan likuiditas. Adapun Loan to Deposit Ratio (LDR) BRI baru 88,92%. Oleh sebab itu perseroan berkomitmen terus mendorong pertumbuhan kredit supaya LDR mencapai level optimal di sekitar 90%-92%.
Terakhir, adalah kualitas dari pertumbuhan itu sendiri. BRI terus berupaya kuat mengelola Non-Performing Loan (NPL) dan Cost of Credit agar terjaga dengan baik. NPL BRI hingga kuartal III/2022 sebesar 3,09% menurun dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai 3,27%.
“Dan Cost of Credit kita sekarang sudah turun dari 3% ke level 2,88%. Saya kira ini akan bagus kalau kita turunkan kembali sehingga Cost of Credit kita menjadi sangat baik,” pungkasnya.
Related News
Geber Ekspansi, RSCH Lirik Kawasan Industri Batang
Berkat Duet TW-Aguan, Saham INPC dan JIHD Menjadi Buruan Investor
Harga Bawah, Pengendali Borong 6,7 Miliar Saham BUKA
LNG Mini Beroperasi, Ini Ekspektasi KIJA
Perkuat Jaringan Pasar, SPRE Gandeng RedDoorz
Turun Gunung, Emtek Gulung 2,68 Miliar Saham SCMA





