CNG Pengganti LPG 3 Kg Segera Beredar, Tabung Masih Impor dari China
:
0
CNG kemasan 3 kg, yang tabungnya diimpor dari China akan dipasarkan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi PT Pertamina (Persero). Pola distribusinya mengadopsi sistem penyaluran LPG. Dok. CNG.
EmitenNews.com - Pemerintah terus mematangkan skema distribusi Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Nantinya, CNG kemasan 3 kg, yang tabungnya diimpor dari China akan dipasarkan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi PT Pertamina (Persero). Pola distribusinya mengadopsi sistem penyaluran LPG.
Dalam keterangannya yang dikutip Senin (29/6/2026), Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Laode Sulaeman mengatakan distribusi CNG 3 kg akan menggunakan mekanisme yang sama dengan LPG agar lebih mudah diterapkan di masyarakat.
Jadi, kata Laode, ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan. Untuk itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. “Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti, salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG."
Yang berbeda, masyarakat nantinya tidak perlu membeli tabung CNG. Pemerintah akan menerapkan sistem tukar isi gas, sedangkan kepemilikan tabung tetap berada di tangan badan usaha penyedia.
"Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tegasnya.
Tahap awal implementasi, pemerintah memutuskan mengimpor tabung CNG dari China. Langkah tersebut diambil karena teknologi pembuatan tabung bertekanan tinggi yang dibutuhkan belum diproduksi secara massal di dalam negeri.
Tabung CNG memiliki spesifikasi teknis yang jauh lebih kompleks dibandingkan tabung LPG karena harus mampu menahan tekanan gas hingga 200-250 bar.
Tabung yang akan digunakan merupakan Tipe 4 berbahan dasar serat fiber. Dibandingkan tabung baja atau Tipe 1, tabung Tipe 4 memiliki bobot lebih ringan, namun tetap mampu menahan tekanan tinggi sehingga dinilai lebih aman dan efisien untuk distribusi CNG.
ESDM menargetkan pesanan perdana atau first order untuk kebutuhan proyek percontohan dapat dilakukan dalam waktu dekat. Pemerintah mewajibkan adanya pemesanan dalam jumlah besar guna menjamin kelangsungan pasokan sebelum nantinya dilakukan proses transfer teknologi untuk produksi di dalam negeri.
Minimum order 100 ribuan tabung.
Related News
Perluas Ekspansi, Pelita Teknologi (CHIP) Bidik 2 Negara Baru Afrika
Inflow USD9 Miliar Masuk SBN Pasca BI Rate Naik 100 Bps
Ekonomi RI Positif, 90% Produk RI Berpotensi Bebas Tarif ke Uni Eropa
Rupiah Pagi Ini Bergerak di Kisaran Rp17.800 per Dolar AS, Cek Datanya
Said Iqbal: Pemerintah Lakukan Mitigasi Agar PHK Tidak Meluas
Yen Dekati Level Terendah Dalam Empat Dekade, Apa Dampaknya Bagi Kita?





