EmitenNews.com - PT Dewi Shri Farmindo (DEWI) bakal melakoni debut sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) pagi ini, Senin (18/7). Saham emiten peternakan ayam broiler, dan perdagangan eceran hewan ternak itu akan menjelajahi papan pengembangan. Dewi Shri menjelma sebagai perusahaan tercatat ke-26 di BEI tahun ini.


Dewi Shris menetapkan harga Rp100 per saham dengan melepas maksimal 700 juta saham baru bernominal Rp50 per lembar. Dengan skema harga itu, Dewi Shri berpotensi meraup dana IPO sejumlah Rp70 miliar. Pelepasan saham baru itu, setara 35 persen dari total modal ditempatkan, dan disetor penuh setelah IPO.


Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, seluruhnya untuk membiayai investasi dan operasional usaha. Sekitar Rp7,48 miliar atau 11,8 persen untuk membeli tanah afiliasi. Kemudian, sekitar Rp3,67 miliar untuk pembelian tanah nonafiliasi seluas 10.773 meter persegi (m²).


Selanjutnya, sekitar Rp6,5 miliar atau 10,32 persen untuk pembangunan fasilitas rumah pemotongan ayam di atas tanah afiliasi. Pembangunan fasilitas peternakan broiler untuk kebutuhan komersial akan dilakukan di tanah nonafliasi dengan investasi Rp9,98 miliar atau 15,85 persen. Sisanya untuk modal kerja berupa pembelian ayam day old chick, dan pembelian ayam karkas.


Berdasar prospektus, ada lima pihak terlarang mengalihkan kepemilikan saham sepanjang delapan bulan karena mendapat harga di bawah harga IPO. Itu sesuai dengan POJK nomor 25/2017 tentang pembatasan atas saham yang diterbitkan sebelum penawaran umum. Antara lain PT Global Landlord Indonesia memperoleh 13 juta saham seharga Rp50 per lembar senilai Rp650 juta.


Berikutnya, Greta Dewi Halim memperoleh 325 juta saham dengan harga nominal Rp50 per lembar senilai Rp16,25 miliar. Lalu, Aditiya Fajar Junus mendapat 455 juta saham dengan harga nominal Rp50 per lembar senilai Rp22,75 miliar. Ferry Saputra sebanyak 260 juta saham dengan harga nominal Rp 50 per lembar senilai Rp13 miliar. Dan, Henry Saputra memperoleh 247 juta saham dengan harga Rp50 per saham senilai Rp12,35 miliar.


Per 15 Februari 2022, pemegang saham Dewi Shri meliputi PT Global Landford Indonesia dengan kepemilikan 1 persen, Greta Dewi Halim 25 persen, Aditiya Fajar Junus 35 persen, Ferry Saputra 20 persen, dan Henry Saputra 19 persen. PT KGI Sekuritas Indonesia, dan PT Binaartha Sekuritas beroperasi sebagai penjamin pelaksana emisi efek. 


Apakah saham perdana Dewi Shri akan auto rejection atas (ARA) atau sebaliknya loyo atau auto rejection bawah (ARB). Untuk mengetahui, menarik disimak listing saham Dewi Shri pagi ini di lintasan pasar modal Indonesia. (*)