EmitenNews.com - Djarum Group sukses membawa klub sepakbola Como 1907 promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepakbola Italia, Serie A, pada musim depan usai finish di posisi ke-2 Serie B. Como FC akan kembali bermain di Serie A untuk pertama kalinya sejak 2002/03.


Dilansir dari Rivista Undici, media Italia, Como adalah proyek paling menarik di sepak bola Italia, karena berhasil merangkum berbagai aspek, termasuk sepak bola, wisata, bisnis, dan identifikasi terhadap kawasan unik.


Kembalinya Como ke Serie A setelah menunggu selama 21 tahun diawali saat tim ini dibeli oleh perusahaan London, SENT Entertainment Ltd, pada April 2019, yang ternyata dipimpin oleh konglomerat Indonesia, Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono, melalui Grup Djarum.


Dalam waktu lima tahun, Como berhasil menanjak dari Serie D ke Serie A. Menurut La Gazzetta dello Sport, investasi pada Como tidaklah berlebihan, meskipun di baliknya terdapat dua orang terkaya di Indonesia menurut Forbes, yaitu Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono. Harta keduanya mengungguli kekayaan para taipan pemilik klub Serie A, seperti Gery Cardinale (AC Milan), Steven Zhang (Inter Milan), dan Dan Friedkin (AS Roma).


Dennis Wise, direktur Como, dan sang General Manager Carla Alberto Ludi memainkan peran penting dalam operasional klub. Renovasi Stadion Giuseppe Sinigaglia menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki infrastruktur klub.


Keberhasilan Como meraih promosi tidak lepas dari kerja tim yang terencana dan investasi yang terukur. Meskipun secara nilai pasar pemain kalah jauh dari klub lain, Como berhasil membuktikan bahwa kesuksesan tidak selalu bergantung pada dana besar. Kehadiran legenda Cesc Fabregas dan Thierry Henry, dua legenda sepak bola dunia yang juga pemegang saham minoritas Como, memberikan pengaruh positif dalam struktur tim.


Dennise Wise, ????????????????legenda Chelsea diplot sebagai Presiden Klub. Ia sering mondar andir ke Indonesia untuk memberikan coaching kepada para pemain muda indonesia melalui Program Garuda Select yang digelar di Inggris dan Italia, dan sempat menjadi sosok yang membantu Bima Sakti dalam meramu timnas U-17 Indonesia dalam mempersiapkan Piala Dunia FIFA U17 2023.


Program Garuda Select disponsori Mola TV yang juga merupakan anak perusahaan Djarum Group dan bergerak di bidang entertainment terutama streaming sepak bola, Djarum Group juga merupakan pemegang saham terbesar di Como FC sejak klub itu hampir bangkrut tahun 2020 dan masih berada di Serie D (liga kasta keempat di Italia) dan Djarum Group menyelematkan klub tersebut.


Kurniawan Dwi Yulianto mantan pemain Timnas Indonesia, yang berperan sebagai asistem pelatih Osian Roberts merupakan sosok yang membantu kesuksesan Como 1907 di musim ini. Dengan demikian Kurus, begitu Kurniawan sering dipanggil, berpeluang menjadi orang Indonesia pertama yang menjadi asisten pelatih klub Serie A.


Como FC dirumorkan untuk merekrut pemain Timnas Indonesia di Serie A nanti. Dua nama paling kuat adalah Jay Idzes (Venezia FC) dimana Venezia FC masih berjuang untuk lolos ke Serie A.(*)