EmitenNews.com - Hartanya melesat mencapai USD23,3 miliar, atau kalau dirupiahkan dengan kurs Rp16.780 sekitar Rp390,98 triliun, konglomerat Sukanto Tanoto menjadi orang terkaya nomor dua di Indonesia dan nomor 113 dunia saat ini. Di atasnya masih bertengger nama pengusaha petrokimia Prajogo Pangestu yang juga peringkat 71 dunia dengan kekayaan USD34,1 miliar atau setara Rp572,2 triliun.

Bloomberg Billionaires Index pada Rabu (11/2/2026) mendata harta kekayaan Sukanto Tanoto melesat sebanyak USD42,4 juta atau setara Rp711,48 miliar dibandingkan sehari sebelumnya yang masih USD23,26 miliar.

Kekayaan Sukanto di atas Low Tuck Kwong, taipan yang berada di peringkat 135 orang terkaya dunia dengan total harta USD19,9 miliar atau Rp333,92 triliun.

Posisi orang terkaya Sukanto juga berada jauh di atas Robert Budi Hartono yang berada di posisi 156 orang terkaya dunia dengan kekayaan US$17,7 miliar atau Rp297 triliun. Ia juga melampaui Anthoni Salim yang menempati posisi orang terkaya dunia nomor 179, dengan kekayaan USD16,5 miliar atau Rp276,87 triliun.

Forbes Real Time Billionaires juga menuliskan, Sukanto Tanoto merupakan pemilik Royal Golden Eagle (RGE) grup perusahaan yang berlokasi di Singapura. Bisnisnya mencakup bidang pulp dan kertas, serat viscose, minyak sawit, serta operasi energi di Indonesia, China, Brasil, Kanada, Spanyol, dan Malaysia.

Perusahaan Bracell yang berbasis di Brasil, salah satu produsen selulosa khusus terbesar di dunia. Produk dari perusahaan ini digunakan dalam berbagai produk mulai dari tisu bayi hingga es krim.

Belum cukup. Perusahaan lain dalam grup tersebut, yakni APRIL memproduksi pulp, kertas, dan karton.

Informasi yang ada menyebutkan, bisnis Sukanto Tanoto dirintis pada tahun 1967, lewat toko suku cadang motor sederhana yang dikenal sebagai Toko Motor.

Dalam perkembangannya kemudian, Sukanto Tanoto memasuki bisnis tisu pada tahun 2023 dengan mengakuisisi OL Papeis di Brasil. Sang taipan juga mengambil alih produsen kertas tisu yang terdaftar di Hong Kong, Vinda, dalam kesepakatan senilai USD3,3 miliar atau setara Rp55,37 triliun pada tahun 2024.

Jika mencermati daftar orang terkaya di Indonesia, sejak lama berkisar di antara nama-nama konglomerat yang berjaya sejak orde baru itu. Mereka sudah eksis di era pemerintahan Presiden Soeharto, eks mertua Presiden Prabowo Subianto.

Mari berharap keberadaan orang-orang kaya itu, dapat membuka banyak lapangan kerja sehingga bisa mengatasi, dan mengurangi jumlah pengangguran. ***