EMAS Serap Dana IPO Rp4,25 Triliun, Terbesar Aliri Pos Ini
Pengurus Merdeka Resources mendapat penjelasan dari direktur Bursa Efek Indonesia usai seremoni pencatatan perdana saham perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Merdeka Resources (EMAS) menyerap dana initial public offering (IPO) Rp4,25 triliun. Alokasi itu, sekitar 93,7 persen dari total bersih dana hasil penawaran umum perdana saham Rp4,54 triliun. Dengan begitu, dana IPO sisa Rp292,11 miliar atau 6,3 persen.
Rincian realisasi penggunaan dana IPO tersebut sebagai berikut. Sebesar USD20 juta atau Rp329,2 miliar (baru terserap Rp199,76 miliar alias 4 persen) disalurkan dalam bentuk uang muka setoran modal secara bertahap kepada Pani Bersama Tambang (PBT) untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja berkenaan dengan kegiatan operasional, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku utama, bahan baku pembantu, biaya listrik, dan biaya karyawan. Konversi uang muka setoran modal itu, menyebabkan perseroan akan tetap memiliki 99,99 persen kepemilikan saham PBT.
Selanjutnya, USD20 juta atau Rp329,2 miliar (terserap Rp166,52 miliar alias 4 persen) berupa pinjaman kepada Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS) untuk membiayai sebagian kebutuhan modal kerja sehubungan dengan kegiatan operasional, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku utama, bahan baku pembantu, biaya listrik, dan biaya karyawan.
Sisanya, Rp3,88 triliun alias 86 persen untuk pembayaran lebih awal kepada Merdeka Copper Gold (MDKA) atas sebagian pokok terutang berdasar perjanjian utang piutang pada 8 April 2022, sebagaimana diubah terakhir dengan amendemen kedua atas perjanjian utang piutang berlaku efektif sejak 21 Agustus 2024. Pada 10 September 2025, saldo pokok terutang perseroan dalam perjanjian utang piutang dengan induk usaha itu USD260 juta.
Kemudian, sisa dana IPO Rp292,11 miliar ditempatkan pada sejumlah bank. Senilai Rp9,31 miliar dengan bunga 4 persen berupa saldo bank dalam bentuk giro rupiah bersarang di Bank HSBC sampai 31 Desember 2025. Kemudian, Rp33,5 miliar berbunga 5 persen berupa saldo bank dalam bentuk giro rupiah bersarang di Bank HSBC sampai 31 Desember 2025.
Berikutnya, Rp249,29 miliar berupa saldo bank berbentuk giro USD15,17 juta berbunga 4 persen hingga 31 Desember 2025 bersemi di Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Pada 15 September 2025, perseroan mengemas dana kotor dari IPO Rp4,65 triliun. Kemudian, setelah dipotong dana penawaran umum Rp115,92 miliar, perseroan mengantongi dana bersih IPO Rp4,25 triliun. (*)
Related News
Pendapatan Naik, Laba Lautan Luas Menukik 32,17 Persen
Akhiri 2025, Laba dan Pendapatan BSDE Kompak Melorot
Liqun Investments Caplok KOKA Rp37,19 Miliar
Pendapatan Naik, Laba PGAS 2025 Terpangkas 36,55 Persen
BNBR Right Issue 86,7 Miliar Lembar dengan Rasio 2:1
Drop 67 Persen, ADRO 2025 Raup Laba USD447,69 Juta





