EmitenNews.com -PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) menatap 2026 dengan target pertumbuhan yang lebih tinggi, seiring tren kinerja yang terus menguat serta struktur permodalan yang semakin solid. Perseroan membidik pendapatan sebesar Rp5,1 triliun dengan laba bersih di atas Rp700 miliar.

Target tersebut dipasang setelah IMPC membangun fondasi kinerja yang dinilai kuat. Sepanjang 2025, Perseroan diperkirakan membukukan pendapatan sekitar Rp4,2 triliun, tumbuh 10% dibandingkan realisasi 2024 sebesar Rp3,9 triliun. Sementara itu, laba bersih diestimasi menembus lebih dari Rp600 miliar.

Direktur Utama IMPC, Haryanto Tjiptodihardjo, menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak lepas dari kontribusi seluruh tim Perseroan.

“Kami bersyukur atas pencapaian ini, yang tidak lepas dari kerja keras, kolaborasi, dan inovasi seluruh tim Perseroan. Didukung sekitar 3.000 karyawan, IMPC secara konsisten menciptakan nilai tambah ekonomi di sepanjang rantai produksi hingga distribusi, sehingga turut mendorong perputaran ekonomi bagi puluhan ribu pemangku kepentingan,” ujar Haryanto dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Untuk menopang target 2026, Perseroan telah memperkuat struktur permodalan melalui aksi Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) pada paruh kedua 2025. Dari penerbitan 638,5 juta saham baru, IMPC berhasil menghimpun dana Rp586,1 miliar yang akan digunakan untuk mendukung agenda ekspansi.

“Dengan neraca yang sehat serta posisi arus kas yang kuat, kami optimistis dapat mencetak pertumbuhan dua digit secara berkelanjutan setiap tahunnya,” lanjut Haryanto.

Dalam rencana jangka menengah 2025–2029, IMPC mengusung tema “Disrupting for a Better World” sebagai arah strategis. Namun dalam jangka pendek, fokus utama Perseroan adalah merealisasikan target pertumbuhan agresif pada 2026, dengan ekspansi sebagai salah satu penggerak utama kinerja.

Sebelumnya, IMPC juga mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham yang akan berlangsung pada periode 3 Februari 2026 hingga 2 Mei 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menyiapkan dana hingga Rp500 miliar untuk buyback saham, atau setara sekitar 0,30% dari modal ditempatkan dan disetor, yakni sebanyak 166,13 juta saham.

Manajemen menegaskan bahwa aksi buyback tersebut tidak akan memberikan dampak material terhadap pendapatan, operasional, maupun kinerja keuangan Perseroan.

“Buyback saham akan menggunakan dana internal Perseroan dengan tetap menjaga kondisi keuangan, kecukupan modal kerja, serta ketersediaan sumber pendanaan,” demikian keterangan resmi Perseroan.

Melalui aksi ini, IMPC berharap dapat menjaga stabilitas harga saham serta memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan guna mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham.