Fasilitas RFCC Jadi Mesin Hilirisasi Pertamina di Kilang Balikpapan
Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex pada Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan (Dok. Pertamina)
EmitenNews.com - Fasilitas Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex menjadi pilar utama Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, sekaligus mempertegas akselerasi hilirisasi energi nasional melalui peningkatan nilai tambah minyak bumi di dalam negeri.
Melalui RFCC Complex, Kilang Balikpapan kini mampu mengolah residu minyak bernilai rendah menjadi produk BBM berkualitas tinggi standar Euro 5 serta produk petrokimia bernilai tambah seperti propylene dan sulfur. Transformasi ini memperkuat posisi kilang tidak hanya sebagai produsen BBM, tetapi juga bagian dari rantai industri petrokimia nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa RFCC Complex menjadi tulang punggung hilirisasi di Kilang Balikpapan.
“Melalui RFCC Complex, Kilang Balikpapan mengalami peningkatan signifikan dari standar Euro 2 menjadi Euro 5, sekaligus mampu menghasilkan produk petrokimia. Ini adalah lompatan besar dalam hilirisasi migas nasional dengan kapasitas kilang mencapai 360 ribu barel per hari,” ujar Baron, dalam keterangan resmi Pertamina, Minggu, 11 Januari 2026.
Selain meningkatkan kualitas produk, hilirisasi melalui RFCC Complex juga berdampak pada diversifikasi output kilang. Kilang Balikpapan kini mampu menambah produksi LPG hingga 336 ribu ton per tahun, yang berkontribusi langsung pada penguatan pasokan domestik dan pengurangan ketergantungan impor.
Dari sisi ekonomi, RFCC Complex mendorong peningkatan efisiensi dan daya saing kilang. Kompleksitas kilang yang tercermin dari Nelson Complexity Index (NCI) melonjak dari 3,7 menjadi 8,0, sementara Yield Valuable Product (YVP) meningkat dari 75,3 persen menjadi 91,8 persen, menandakan optimalisasi pengolahan residu menjadi produk bernilai tinggi.
“RFCC Complex menjadi wujud nyata komitmen Pertamina dalam mendorong hilirisasi energi, meningkatkan nilai tambah domestik, serta mendukung swasembada energi nasional sesuai Asta Cita Pemerintah,” pungkasnya.
Related News
Kasus Pengurangan Pajak di Jakut, KPK Ungkap Modus Suap All In
Bongkar 98 Tiang Monorel Pekan Depan, Gubernur Pramono Undang Bang Yos
KPK Tahan Lima Tersangka Kasus Suap Pengurangan Pajak di Jakut
Lindungi Petani, Pemerintah Siap Salurkan SPHP Jagung 500 Ribu Ton
Sita 133,5 Ton Bawang Bombay Ilegal, Mentan Pastikan Tak Ada Toleransi
OTT Pertama 2026, Kasus Pengurangan Nilai Pajak KPK Tangkap 8 Orang





