Fokus Ekspansi, SUNI Cetak Laba Rp90M di Kuartal II
Manajemen Sunindo Pratama usai melakukan Public Expose. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI) emiten spesialisasi tabung migas berdasarkan keterangan tertulisnya Kamis (31/7) menuai laba bersih Rp90 miliar per kuartal II 2025, setara 43% dari target laba tahunan.
Pendapatan usaha perseroan ditaksir Rp438 miliar, turun 16% (YoY), seiring penurunan volume penjualan produk OCTG sebesar 20%. Meski demikian, dalam periode 2021–2024, CAGR laba bersih dan penjualan SUNI masing-masing tumbuh signifikan sebesar 63% dan 35%.
Pada kuartal ini, SUNI telah membagikan dividen senilai Rp50 miliar dan realisasi pembelian kembali saham atau buyback sebesar Rp70 miliar.
Ekuitas SUNI pun tercatat sebesar Rp752 miliar, turun tipis (YoY), tetapi resistansi Debt-to-Equity Ratio atau DER di level sehat 0,48 kali, jauh di bawah batas maksimal 2,5 kali.
Arus kas dari operasional meningkat 1% menjadi Rp105 miliar. Begitupun , alokasi 1perseroan Rp104 miliar guna belanja modal, khususnya pembangunan pabrik ke-2 PT Rainbow Tubulars Manufacture (RTM) di Batam, yang ditargetkan beroperasi pada 2026.
Direktur Utama SUNI, Willy Johan Chandra, menyampaikan bahwa penurunan penjualan bersifat sementara.
“Kami tengah fokus meningkatkan kapasitas produksi melalui pembangunan pabrik baru dan ekspansi produk baru di segmen tubing dan casing. Dengan potensi pasar domestik dan keberhasilan di tender sebelumnya, kami optimistis kinerja akan kembali menguat,” ujarnya.
SUNI juga memperluas lini bisnis melalui PT Petro Sinergy Manufacturing (PSM), hasil kolaborasi dengan Jiangsu Jinshi Machinery Group. PSM kini telah mengantongi sertifikasi API dan TKDN, dan mulai memproduksi peralatan wellhead serta x’mas tree secara komersial.
Direktur Operasional SUNI, Bambang Prihandono, menjelaskan bahwa tim operasional untuk RTM Plant 2 telah dipersiapkan. Sementara itu, Direktur Keuangan SUNI, Freddy Soejandy, menambahkan bahwa capital expenditure hingga kuartal II telah mencapai Rp104 miliar dari total rencana Rp170 miliar tahun ini.
“Perseroan tetap konsisten menjalankan strategi jangka panjang, menjaga struktur keuangan yang solid, serta mengupayakan pertumbuhan berkelanjutan,” tutup Freddy.
Related News
Obligasi Rp600 Miliar RMKE Batal Melantai Hari Ini, Ada Apa?
Dua Bos MEDS Saling Oper 37,5 Juta Saham Harga Rendah, Jual Premium!
Tak Lagi Punya Pengendali, HKMU Minta Arahan BEI Soal Pemilik Manfaat
Finfluencer Wajib Berizin, OJK Usut 32 Sosok Ini hingga Siapkan Sanksi
Masuk Bisnis RFID, JTPE Bidik Margin Lebih Tebal dari Brand Protection
Tumbuh Double Digit, Allo Bank (BBHI) Raup Laba Rp574M di 2025





