Gembok Tiga dari Empat Saham ARA, Kapan Dibuka?
Logo Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menjatuhkan sanksi penghentian sementara perdagangan (suspensi) terhadap empat saham yang sebelumnya mencatat lonjakan harga agresif.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan bahwa Suspensi tersebut efektif diberlakukan pada Kamis (22/1/2026) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Empat saham yang disuspensi yakni, meliputi saham PT Paramita Bangun Sarana (PBSA), Trisula Textile Industries (BELL), Multikarya Asia Pasifik Raya (MKAP), dan Morenzo Abadi Perkasa (ENZO).
Pada perdagangan Selasa (21/1/2026), keempat saham tersebut kompak menguat tegas hingga ditutup menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Saham BELL ngacir mentok 51 poin setara 34,46 persen kenaikan di harga Rp199, berlanjut MKAP yang mengekor ARA 180 poin atau 24,66 persen ke Rp910, dan ENZO menyusul naik ke harga ARA 8 poin atau 9,30 persen ke Rp94.
Sementara itu, PBSA ditutup menguat ke harga atas Rp240 atau 9,80 persen ke level Rp2.690. Khusus MKAP dan BELL, suspensi kali ini tercatat berpotensi besar sebagai suspensi kedua dalam periode berdekatan, setelah sebelumnya juga sempat dihentikan perdagangannya pada 12 Januari dan 19 Januari 2026.
Usai dibuka dari suspensi jilid kedua kali ini, kedua saham tersebut akan diganjar masuk radar pengawasan khusus Bursa atau berstatus Full Call Auction (FCA).
Mengacu pada pola pengawasan BEI, saham yang masuk suspensi kedua umumnya berpotensi mengalami masa penguncian lebih panjang, sekitar satu minggu perdagangan, serta berpeluang kembali dibuka dengan status FCA.
Sementara itu, saham PBSA dan ENZO diperkirakan hanya menjalani suspensi singkat satu hari, sepanjang tidak ditemukan indikasi tambahan oleh otoritas bursa.
BEI menerangkan bahwa suspensi dilakukan dalam rangka cooling down agar pelaku pasar memiliki waktu untuk mempertimbangkan secara matang setiap keputusan investasi, seiring volatilitas ekstrem yang terjadi pada saham-saham tersebut. (*)
Related News
Delapan Saham Bebas Suspensi, Empat Langsung Masuk FCA
Transisi Tuntas, Pengawasan Aset Kripto Kini Full di Bawah OJK
Bebas Jebakan Suspensi, Dua Saham Ini Sandang FCA
Menjadi Sorotan Bursa, Empat Lanjut Menguat Dua Terkapar
ARA Serempak, Bursa Pasung 7 Saham Ini!
48 Emiten Belum Sampaikan Laporan Keuangan September, Denda Rp150 Juta





