Ibu Kota RI Masih DKI Jakarta, Prabowo Kasih Syarat Ini Pindah ke IKN
:
0
Ilustrasi kemegahan Istana Kepresidenan di IKN Nusantara, Kalimantan Timur. Dok. Otorita IKN.
EmitenNews.com - Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur, seperti yang digagas di era Presiden ke-7 RI Joko Widodo masih lama. Presiden Prabowo Subianto yang diharapkan menandatangani proses resmi keputusan politik itu, memiliki syarat khusus untuk itu. Kelengkapan sarana dan prasarana di IKN Nusantara, salah satu syarat agar Keputusan Presiden untuk Pemindahan Ibu Kota tersebut bisa diteken oleh Prabowo.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan ha tersebut dalam keterangannya yang dikutip Sabtu (26/7/2025
Saat ini, urai Mensesneg Prasetyo Hadi, Otorita IKN (OIKN) sedang bekerja keras untuk menyelesaikan pembangunan di kawasan tersebut, sesuai arahan Presiden Prabowo.
"Hitung-hitungannya kurang lebih kita berharap dalam 3 tahun ke depan bisa selesai sarana-prasarana yang diperlukan, untuk menjalankan pemerintahan," tegasnya.
Sarana untuk menjalankan fungsi lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus ada terlebih dahulu sebelum pemerintah akhirnya memutuskan pindah ibu kota.
"Ini adalah sarana-prasarana, syarat yang harus ada sebelum kita memutuskan atau Bapak Presiden menandatangani Keppres Pemindahan Ibu Kota," kata Prasetyo Hadi.
Dengan semangat itu, Menteri Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pembangunan IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur itu, akan terus digenjot oleh pemerintah untuk diselesaikan secepatnya.
Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran kelanjutan IKN periode 2025 - 2029 sebesar Rp48,8 triliun. Anggaran itu akan digunakan untuk menyelesaikan pembangunan kompleks legislatif, yudikatif, dan ekosistem pendukung ke wilayah IKN.
Juni 2025, Otorita IKN membeberkan perkembangan pembangunan sejauh ini. OIKN sedang membangun 47 tower hunian Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pertahanan dan keamanan (Hankam) yang perkembangannya sudah mencapai 97,46%.
Di luar itu, ada pula pembangunan hunian vertikal TNI yang perkembangannya mencapai 27,32%. Dari segi investasi, dana langsung yang masuk melalui OIKN sudah mencapai 86,67%.
Related News
Tabrakan Maut Kereta, Polda Jaya Periksa Pihak Taksi Green SM Besok
Politikus PDIP Ini Anggap Negara Tak Perhatikan Buruh, Cek Alasannya
Isu Pekerja hingga Kampus Dibahas di Hambalang, Begini Arahan Prabowo
Pemerintah Beli Sebagian Saham Aplikator Ojol, Ternyata Ada Misinya
Perkuat Ekosistem Kawasan IKN, Dua Investor Incar Proyek Komersial
BPK Temukan Dana Haji 2025 Salah Sasaran, 4.760 Jemaah Tidak Berhak





