EmitenNews.com - Lumayan juga anggaran yang dihabiskan Polri untuk pengadaan teknologi pengawasan (surveillance). Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Trend Asia mengungkap selama periode 2013–2026 total nilai kontraknya mencapai Rp35,9 triliun. 

Rincian pengadaan tersebut mencakup ratusan paket perangkat yang memiliki kemampuan menyadap komunikasi. Kemudian melacak telepon seluler, hingga menyusup ke perangkat elektronik tanpa interaksi pemiliknya.

Temuan ICW dan Trend Asia tersebut mencakup pembelian perangkat, pengembangan sistem, hingga pemeliharaan teknologi pengawasan. Besarnya nilai pengadaan itu menyoroti penggunaan anggaran publik untuk teknologi yang memiliki kemampuan mengakses komunikasi dan data elektronik masyarakat.

Dalam keterangannya, Sabtu (7/11/2026), Peneliti ICW, Seira Tamara, mengungkapkan Polri salah satu institusi yang tercatat melakukan pengadaan berbagai perangkat intersepsi komunikasi atau penyadapan.

Sejumlah perangkat dalam daftar pengadaan, yang memiliki kemampuan melakukan intersepsi komunikasi tersebut antara lain Active Interception and Monitoring, Cellular Interceptor, dan Radio Monitoring Intercept.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah Lawful Interception Management System (LIMS). Sistem ini memungkinkan penyadapan komunikasi melalui jaringan operator seluler, sekaligus merekam dan menganalisis hasil intersepsi melalui pusat pemantauan. 

Dalam temuan ICW, pengadaan Zero Click Intrusion System, teknologi yang memungkinkan penyusupan ke perangkat elektronik tanpa memerlukan interaksi dari pemilik perangkat.

Kemudian, selain perangkat penyadapan, Polri tercatat mengadakan teknologi pelacakan dan identifikasi telepon seluler, seperti IMSI Catcher dan Direction Finder. Institusi tersebut juga membeli perangkat pengawasan tersembunyi berupa Covert Audio Video Surveillance Equipment untuk memantau aktivitas melalui audio dan video.

Tak hanya perangkat penyadapan. Polri juga membeli teknologi pelacakan dan identifikasi telepon seluler, seperti IMSI Catcher dan Direction Finder, serta perangkat pengawasan tersembunyi seperti Covert Audio Video Surveillance Equipment.

Asal tahu saja. Pengadaan teknologi pengawasan tersebut juga mencakup perangkat forensik digital, salah satunya Cellebrite UFED. Perangkat ini memiliki kemampuan mengekstraksi data dari perangkat elektronik untuk kebutuhan pemeriksaan digital.