EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi diperdagangkan menguat. Para pelaku pasar masih merespon rilis data ekonomi global relatif positif, dan kondisi rupiah juga kembali lebih baik.
”Kami perkirakan Indeks bergerak pada rentang support 6.630, dan resisten 6.690,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia, Senin, 16 Januari 2023.
Secara teknikal, Indeks mulai tertahan dari penurunan, tertahan support, dan mulai menunjukkan sinyal rebound. Beberapa saham memiliki potensi naik untuk perdagangan hari ini antara lain MDKA, ICBP, MEDC, AGII, BRPT, dan HRUM.
Akhir pekan lalu, Indeks menguat 0,18 persen menjadi 6.642. Beberapa sektor mengalami penguatan diantaranya teknologi 1,83 persen, energi 1,69 persen, dan basic materials 0,65 persen. Investor asing membukukan net sell pasar regular Rp519 miliar. Saham paling banyak dijual investor asing BBCA, BMRI, dan GOTO.
Sementara itu, ketiga indeks utama bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak menguat akhir pekan lalu. Para investor merespons perbaikan inflasi AS awal tahun ini. Akhir pekan lalu, kenaikan ditopang saham-saham perbankan mengalami kenaikan.
Pagi ini, bursa Asia sudah bergerak mix. Indeks Nikkei 225 melemah 0,74 persen, dan Indeks Kospi menguat 0,59 persen. Pagi ini, Jepang merilis producer price index (PPI) mengalami kenaikan 10,2 persen pada Desember 2022 secara Yoy. Lompatan itu, juga naik di atas ekspektasi pelaku pasar. (*)
Related News
Citi Indonesia Garap Obligasi Global Danantara Senilai USD1,5 Miliar
IHSG Terbang ke 6.500, Saham Tambang hingga Big Banks Topang Transaksi
Wacana Harga Gocap Jadi Rp1, Ini Kata Analis
IHSG Siang (20/8) Terbang 1,47 Persen, Hampir Seluruh Sektor Menghijau
Efek IJEPA: Kuota Bebas Bea Nanas Naik, Saham Agro Siap Mejit
IHSG Meluncur Naik 1 Persen ke Level 6.458, Saham Emas Kompak Ngegas!





