EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin kompak ditutup menguat. Itu ditopang kenaikan saham sektor teknologi menjelang rilis laporan kinerja keuangan kuartal IV-2025 beberapa emiten besar pada akhir pekan ini. Selain itu, investor juga terus mencermati perkembangan geopolitik, dan keputusan The Fed mengenai suku bunga acuan. 

Emiten akan merilis kinerja antara lain Apple, Meta Platforms, dan Microsoft. Saham ketiga emiten itu, langsung melejit. Apple melesat 2,97 persen, Meta 2,06 persen, dan Microsoft surplus 0,93 persen. Nah, dari perkembangan geopolitik akhir pekan lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menebar ancaman.

Kali ini, Paman Trump akan mengenakan tarif impor 100 persen bagi Kanada jika negara tersebut membuat kesepakatan perdagangan dengan China. Merespons ancaman tersebut, Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyatakan Ottawa tidak ada niat untuk mendorong tercapainya kesepakatan dengan Beijing.

Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan lonjakan harga beberapa komoditas seperti crude palm oil (CPO), emas, gas, dan tembaga berpeluang menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing, dan sikap hati-hati pemodal menjelang pengumuman hasil konsultasi MSCI berpeluang menjadi sentimen negatif bagi indeks harga saham gabungan (IHSG).

So, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Selasa, 27 Januari 2026, indeks akan mengitari kisaran support 8.920-8.865, dan resistance 9.030-9.085. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham ARCI, PSAB, HRTA, BRMS, CMRY, dan TINS. (*)