Injeksi Modal Rp1,3 Triliun Berjalan Mulus, Bank Capital (BACA) Penuhi Modal Inti OJK
EmitenNews.com—PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA) resmi memenuhi ketentuan modal inti minimum dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah mendapat suntikan modal dari PT Capital Global Investama atau CG Investama senilai Rp1,3 triliun.
Sebelumnya perseroan telah mendapat lampu hijau dari para pemodal dalam rapat umum pemegang saham luar biasa pada 16 November 2022. Dengan tingkat kehadiran 57,24 persen atau mewakili 4,05 miliar saham, investor memberi suara bulat 98,17 persen.
Private placement itu, akan di exercise oleh PT Capital Global Investama (CGInvestama). PT Capital Global Investama merupakan pemegang saham utama perseroan, dan pihak terafiliasi perseroan.
CG Investama mengambil bagian dalam penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement BACA sebanyak 12,87 miliar saham dengan nilai nominal Rp100 per saham.
"Harga pelaksanaan (private placement) Rp101 per saham," kata manajemen PT Bank Capital Indonesia Tbk, di Jakarta Jumat (9/12/2022).
Dengan berakhirnya transaksi tersebut, maka CG Investama menjadi pemegang saham pengendali tunggal dari Bank Capital sebesar 74,70% dari total saham yang diterbitkan.
Adapun jumlah modal saham ditempatkan dan disetor Bank Capital juga meningkat menjadi 19.953.024.885 saham dari semula 7.078.024.885 saham. "Seluruh dana dari private placement akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan," tambahnya.
Menyusul aksi korporasi ini, maka modal inti Bank Capital meningkat menjadi Rp3,3 triliun, sesuai dengan ketentuan modal inti minimum Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berdasarkan POJK No.12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.
Sebagai catatan, regulasi tersebut mewajibkan bank untuk memenuhi ketentuan modal inti minimum secara bertahap, yaitu Rp1 triliun pada 2020, meningkat Rp2 triliun pada 2021, dan Rp3 triliun pada 2022.
Related News
Multi Makmur Lemindo (PIPA) Rombak Pengurus
Transformasi Bisnis, LAPD Siap Caplok BSS Rp59,4 Miliar
Produksi Emas Anjlok 27 Persen, Ini Kata Manajemen ANTM
Sepanjang 2025 Laba NISP Tumbuh Minimalis
Selangkah Lagi, SMKM Tuntaskan Akuisisi LSO Holdings
DGWG Ungkap Rekor Penjualan Sepanjang Sejarah





