Jadi Recurring Income, PPRE Pede 60% Kontrak Baru 2023 dari Jasa Pertambangan
:
0
EmitenNews.com -PT PP Presisi Tbk (PPRE) sepanjang 2023 menargetkan peningkatan kontrak baru pada lini bisnis jasa pertambangan sebagai kontraktor utama yang diproyeksikan mencapai lebih dari 50%-60% bahkan melebihi pencapaian di tahun lalu.
Keberhasilan PPRE dalam perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan pada tahun 2022 yang mencapai 55% dari total kontrak, PPRE optimis untuk terus berfokus pada perolehan kontrak baru di sektor jasa pertambangan nikel sebagai sumber recurring income Perseroan dengan jangka waktu kontrak yang lebih panjang.
Dengan target tahun 2023 diproyeksikan mencapai 50-60% kontrak baru di bidang jasa pertambangan.
"Dengan momentum pertumbuhan yang kuat di sektor pertambangan Indonesia, serta kebijakan perluasan hilirisasi yang diambil Pemerintah salah satunya Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan batubara dan pengurangan dampak karbon, perseroan percaya saat ini adalah waktu yang tepat untuk memfokuskan sumber daya dan energi PPRE disektor jasa pertambangan seperti perolehan kontrak baru dengan target kontrak baru dalam rentang Rp6-7 triliun, atau meningkat 20-30% dari tahun sebelumnya, yang mana perolehan kontrak pada jasa pertambangan terus meningkat dari tahun ketahun sesuai dengan target Perseroan," ungkap I Gede Upeksa Negara, Direktur Utama PT PP Presisi Tbk dalam rilis Senin (5/6/2023).
Dalam upaya untuk perluasan portofolio pertambangan, Perseroan telah mengumumkan rencana untuk merambah ke dalam pertambangan mineral lainnya seperti bauksit dan emas, selain pertambangan nikel yang saat ini sedang dikerjakan.
Sebagai bagian dari komitmen Perseroan pada jasa pertambangan, Perseroan saat ini memiliki Izin Usaha Jasa Pertambangan ( IUJP ). Izin inimemberikan kepercayaan dan otoritas kepada Perseroan untuk melakukan kegiatan di seluruh spektrum jasa pertambangan.
Related News
Bukan dari Operasional, Laba Q1-2026 RDTX Ngebul Berkat Investasi
Perkuat Bisnis, Anak Usaha MARK Caplok AGM Rp9,99 Miliar
Laba Bersih Citra Borneo Utama (CBUT) Naik 11,5 Persen di Q1-2026
Bisnis Lelang Merosot, ASLC Petik Laba Perdana dari Jualan Mobil Bekas
Emiten TP Rachmat (DRMA) Kantongi Penjualan Rp1,5T, Laba Naik Terbatas
Garap Sekolah Rakyat Aceh, PTPP Catat Progres Proyek Lampaui Target





