Jawara Obligasi Indo Premier Turun Gunung, Luncurkan IPOT Bond
:
0
PT Indo Premier Sekuritas melihat adopsi obligasi di pasar sekunder di Indonesia masih tergolong rendah, terutama akibat kurangnya pemahaman investor ritel terhadap mekanisme dan cara kerja obligasi di pasar sekunder.
EmitenNews.com - PT Indo Premier Sekuritas “turun gunung” menjual obligasi secara langsung kepada investor ritel. Jawara obligasi yang telah berkiprah sebagai underwriter sejak 2003 itu, menjualnya melalui platform IPOT Bond. Indo Premier melihat adopsi obligasi di pasar sekunder di Indonesia masih tergolong rendah, terutama akibat kurangnya pemahaman investor ritel terhadap mekanisme dan cara kerja obligasi di pasar sekunder.
Data statistik Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir Maret 2025 menunjukkan jumlah investor ritel untuk SBN baru mencapai 1,19 juta investor. Itu berarti lebih rendah dibandingkan jumlah investor pasar modal yang telah mencapai 15,7 juta investor, jumlah investor saham 6,7 juta investor dan jumlah investor reksa dana 14,8 juta investor.
Selain itu, minimnya transparansi harga serta keberadaan biaya tersembunyi menjadi salah satu hambatan yang menghalangi investor untuk memaksimalkan potensi keuntungan mereka.
Dalam keterangannya Kamis (15/5/2025), Direktur Utama PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, menegaskan bahwa IPOT Bond hadir sebagai bentuk komitmen Indo Premier untuk membantu investor ritel meraih keuntungan maksimal dari obligasi. Itu diluncurkan dengan menawarkan harga terbaik yang dapat diakses oleh para investor.
“Melalui IPOT Bond, kami membuka jalan bagi investor ritel untuk meraih potensi keuntungan lebih maksimal dengan akses harga terbaik, baik untuk obligasi pemerintah maupun korporasi, serta kemudahan likuiditas yang ditingkatkan. Ini bukan sekadar fitur, tapi langkah konkret untuk mengubah cara kita melihat, mengakses, dan memaksimalkan investasi obligasi,” ujarnya.
IPOT Bond bukan hanya pelengkap, tetapi bagian dari transformasi yang lebih besar—tentang bagaimana Indo Premier menghadirkan lebih banyak pilihan instrumen investasi melalui aplikasi IPOT.
“Kami percaya, dengan akses yang mudah dan harga yang lebih kompetitif, investor ritel bisa menikmati keuntungan maksimal dari IPOT Bond,” urai Moleonoto.
Penting dicatat, sebagai underwriter obligasi terbaik, Indo Premier berhasil menduduki peringkat pertama di Bloomberg League Table untuk penerbitan Obligasi dan Sukuk Rupiah selama 8 tahun berturut-turut (2017–2024) dan menjadi penguasa pasar dengan market share sebesar 15,15% pada 2024.
Konsistensi Indo Premier dalam meningkatkan volume transaksi penerbitan obligasi dan sukuk mencerminkan dominasinya yang selaras dengan perkembangan tren pasar serta kontribusinya yang signifikan terhadap aktivitas pasar obligasi setiap tahunnya.
Baik sebagai Sole Lead Underwriter maupun Joint Lead Underwriter, Indo Premier telah menjadi penjamin terpercaya untuk penerbitan obligasi berbagai perusahaan dengan nilai yang fantastis. Hingga 2024 Indo Premier telah menerbitkan 89 penerbitan yang terdiri atas 62 obligasi, 17 sukuk, 5 USD Bonds, 3 Green Bond dan 2 Perpetual Note dengan nilai emisi Rp 87,4 Triliun dan porsi Indo Premier mencapai Rp 21,4 Triliun.
Related News
Ingat, Telat Lapor SPT Badan, DJP Hapus Sanksi Hanya Sampai Akhir Mei
TLKM Telat Sampaikan Annual Report 2025 dan Kuartal I, Sampai Kapan?
Perang Bawa Harga Urea Melonjak, Ancam Inflasi Pangan
Probabilitas Resesi Indonesia di Bawah 5 Persen
Harga Minyak Seret Rupiah, Rupee dan Peso Filipina ke Rekor Terendah
Pastikan IEU-CEPA Bisa Berlaku 1 Januari 2027, Industri Senyum Lega





