Jelang Akuisisi, CUAN Siap Eksekusi Rights Issue SINI Rp5.000/Saham
:
0
PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menjalakan kegiatan usaha tambang batubara melalui anak usaha PT Dwi Daya Swakarya.
EmitenNews.com - PT Singaraja Putra Tbk. (SINI) entitas konglomerasi Hapoy Hapaoro itu mengonfirmasi bahwa PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), melalui PT Kreasi Jasa Persada atau afiliasinya, akan melaksanakan haknya dalam rencana rights issue atau PMHMETD SINI.
Mengutip keterbukaan informasi kepada BEI, Selasa (28/4/2026), SINI menyatakan manajemen telah menerima konfirmasi dari CUAN terkait komitmen eksekusi HMETD. Per akhir Maret 2026, CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada telah memiliki 19,74 persen saham SINI.
Amir Antolis, Direktur Utama SINI dalam keterangannya mengatakan, “Berdasarkan informasi yang diterima Perseroan dari CUAN, CUAN melalui PT Kreasi Jasa Persada atau afiliasinya akan melaksanakan HMETD miliknya dalam rencana PMHMETD mendatang.”
Dalam aksi korporasi ini, SINI akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 721.500.000 saham baru dengan asumsi harga pelaksanaan Rp5.000 per saham. Karena saat ini saham portepel Perseroan hanya 619.000.000 saham, maka peningkatan modal dasar dan disetor akan dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 26 Mei 2026 mendatang.
Alasan Utama Rights Issue SINI
Dana yang diperoleh akan digunakan untuk tiga hal yakni, pertama, mengambil alih seluruh saham PT Cristian Eka Pratama (CEP) melalui induk usahanya PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) yang dimiliki PT Petrosea Tbk (PTRO). Kedua, pembayaran utang Perseroan kepada kreditur. Ketiga, keperluan modal kerja.
Amir Antolis menjelaskan, “Perseroan membutuhkan tambahan modal kerja dalam jumlah yang signifikan karena 2 entitas anak Perseroan mulai beroperasi penuh dan 2 entitas anak lainnya sedang melakukan persiapan untuk memulai kegiatan operasional komersial, oleh karena itu Perseroan memerlukan modal kerja secara signifikan.”
Terkait komitmen pemegang saham pengendali saat ini, Amir Antolis mengatakan, “Sampai dengan tanggapan ini disampaikan, manajemen Perseroan sudah melakukan komunikasi dengan pemegang saham pengendali, dan belum ada informasi terkait hal ini.”
SINI dikatakan Amir dalam memilih rights issue karena dapat mengatasi masalah struktur permodalan dan mengurangi beban biaya permodalan dibanding pinjaman bank.
Jika HMETD tidak terserap seluruhnya, Perseroan akan melakukan negosiasi term pembayaran dengan calon penjual PT KMS atau mencari pinjaman bank.
Related News
Laba WINS Melonjak 194 Persen di Q1 2026, Ditopang Kapal High-Tier
Laba IMPC Naik 33 Persen Q1 2026, Targetkan Tembus Rp700M Akhir Tahun
Pendapatan Jasnita (JAST) Naik 48 Persen Q1 2026, Tapi Masih Merugi
Penjualan Rp2,78T, ULTJ Catat Lonjakan Laba 35,89 Persen di Q1-2026
Petinggi BEEF Lego 250 Juta Saham Setara Rp65M, Sisa Porsi 5,03 Persen
TLDN Raup Pendapatan Meningkat 6,8 Persen di Q1 2026, Setara Rp1,37T





