IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Kas Terkuras Rp943 Miliar, Laba Kuartal III 2021 WTON Turun Jadi Rp54 Miliar

02/01/2022, 20:30 WIB

Kas Terkuras Rp943 Miliar, Laba Kuartal III 2021 WTON Turun Jadi Rp54 Miliar

EmitenNews.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) mencatatkan kas bersih digunakan untuk operasi menyentuh Rp943,55 miliar, bengkak dibandingkan akhir September 2020 mencapai Rp544,8 miliar. Hal itu disebabkan, penerimaan kas dari pelanggan hanya Rp2,838 triliun, tapi pembayaran kas kepada pemasok mencapai Rp3,314 triliun.

 

Merujuk data laporan keuangan kuartal III 2021 yang dimuat pada laman BEI, Sabtu(1/1/2022). Anak usaha PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini membukukan laba bersih Rp54,013 miliar dalam sembilan bulan pertama tahun 2021, menyusut 1,6 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 sebesar Rp54,916 triliun.

 

Akibatnya, laba bersih per saham dasar turu menjadi Rp6,2. Sedangkan akhir Kuartal III 2020 tercatat Rp6,3.

 

Jelasnya, pendapatan usaha turun 16,17 persen menjadi Rp2,477 triliun. Rincinya, produk putar menyusut 13,2 persen menjadi Rp992,08 miliar. Senada, pendapatan jasa turun 28,03 persenmenjadi Rp154,3 miliar. Bahkan, pendapatan konstruksi anjlok 68,29 persen tersisa Rp156,64 miliar. Hanya pendapatan selain putar tumbuh 6,24 persen menjadi Rp1,174 triliun.

 

Walau beban pokok pendapatan dapat ditekan sedalam 15,54 persen menjadi Rp2,358 triliun, tapi laba kotor tetap turun 26,99 persen menjadi Rp119,11 miliar.

 

Sementara itu, aset terpapas 0,39 persen sedalam menjadi Rp8,475 triliun. Hal itu ditopang turunnya pinjaman jangka pendek sedalam 9,9 persen menjadi Rp2,128 triliun.


Author: Rizki