Kecelakaan di Tol Cipularang, Direktur Indomaret Yan Bastian Meninggal Dunia
:
0
EmitenNews.com - Dukacita mendalam untuk kepergian Direktur PT Indomarco Prismatama (Indomaret) Yan Bastian. Ia meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Tol Cipularang arah Jakarta pada Sabtu (16/10/2021) petang, pukul 17.25 WIB. Mobil yang disopirinya, membawa tujuh anggota keluarganya, tertimpa mobil truk kontainer yang terguling. Penumpang lainnya selamat, meski mengalami luka-luka.
Kepada pers, Minggu (17/10/2021), Marketing Director PT Indomarco Prismatama Wiwiek Yusuf menyampaikan kabar duka itu. Wiwiek menyampaikan rasa dukacita mendalam atas berpulangnya Yan Bastian dalam kecelakaan tragis itu. "Kami semua berduka mendalam atas kepergian beliau."
Dalam keterangannya kepada pers, Sabtu, Kanit Laka Satlantas Polres Purwakarta Ipda Jamal Nasir, mengungkapkan, kecelakaan itu diawali sebuah truk kontainer terguling di Km 91 Tol Cipularang arah Jakarta, dan menimpa mobil SUV Hyundai, berpenumpang delapan orang. Seorang meninggal, pengemudi (Yan), dan tujuh penumpang lainnya luka-luka. Delapan orang dalam mobil merupakan satu keluarga, beralamat di Serpong, Kabupaten Tangerang Selatan, Banten.
"Di Hyundai delapan orang, pengemudinya yang meninggal, lainnya luka ringan dibawa ke RS Abdul Radjak. Mereka satu keluarga: mertua, anak, dan cucu," kata Ipda Jamal Nasir.
Jamal Nasir menjelaskan, sebelum terguling, truk membawa peti kemas itu sempat oleng, kemudian terbanting ke kanan dan menimpa Hyundai di sampingnya di Tol Cipularang. "Mobil jenis SUV tertimpa kontainer. Kontainer oleng, banting kanan dan terguling ke kendaraan di samping. Hyundai itu tertimpa."
Related News
Tarif Rp0 Pencatatan Hak Cipta, Peluang Talenta Kreatif Lindungi Karya
BPS Punya Perhitungan, Bekerja Satu Jam Sepekan Bukan Pengangguran
Kasus Korupsi Pengadaan Digitalisasi SPBU, Sedihnya Dirut KAI
Bidik Investasi, KIJA Gelar ASEAN–China Industrial Cooperation Forum
Satu Lagi Jenderal Polisi Tersangka Penyadapan Presiden, Ini Perannya
Sadap Telepon Presiden, Mensesneg Sebut Arahnya Makar dan Berbahaya





