EmitenNews.com—PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) mencatat kredit yang diberikan tumbuh 3,3 persen secara tahunan menjadi Rp149,41 triliun pada tahun 2022.

 

Pada sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) melorot 5,8 persen menjadi Rp227 triliun.

 

Akibatnya, aset BNGA menyusut 1,2 persen menjadi Rp306,75 triliun.

 

Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2022 telah audit emiten bank yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (17/2/2023).

 

Menariknya, BNGA meraup laba bersih sebesar Rp5,041 triliun pada tahun 2022, atau tumbuh 22,9 persen dibanding tahun 2021 yang terbilang Rp4,098 triliun.

 

Hasil itu mendongkrak laba bersih per saham ke level Rp202,21 per lembar, sedangkan di akhir tahun 2021 berada di level Rp164,48.

 

Rinciannya, pendapatan bunga bersih terkerek 2,9 persen menjadi Rp13,476 triliun.

 

Jelasnya, beban operasional selain bunga dapat ditekan sedalam 13,3 persen menjadi Rp6,907 triliun.

 

Salah satu pos pemicunya, kerugian penurunan nilai aset keuangan menyusut 13,3 persen menjadi Rp3,574 triliun. Sehingga laba operasional meningkat 28,33 persen menjadi Rp6,568 triliun.