Kurang Menggigit, Saham Perdana Trimegah Persada (NCKL) Fluktuatif
:
0
EmitenNews.com - Debut perdana saham Trimegah Bangun Persada (NCKL) kurang menggigit. Itu setelah entitas usaha Harita Group itu, melesat 2,8 persen menjadi Rp1.285 per lembar. Yaitu, hanya naik 35 poin dari harga Initial public offering (IPO) Rp1.250.
Pada pukul 10.18 WIB, saham Trimegah Persada bertengger di kisaran Rp1.300 per eksemplar. Melesat 4 persen alias 50 poin dari harga IPO Rp1.250. Saham Trimegah menyentuh level tertinggi Rp1.410, terendah Rp1.205, dan rata-rata berayun di kisaran Rp1.274.
Sepanjang perdagangan, saham Trimegah ditransaksikan sebanyak 5 juta lot senilai Rp585,17 miliar. Dan, dengan bersandar pada harga terkini tersebut, Trimegah mentabulasi nilai kapitalisasi pasar sejumlah Rp82,03 triliun.
Pada IPO kali ini, Trimegah menawarkan 7,99 miliar atau 12,67 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Dengan harga penawaran Rp1.250 per lembar, perseroan mengantongi dana segar Rp9,99 triliun. Selain itu, perseroan mengalokasikan 35 juta saham sebesar 0,44 persen untuk program alokasi saham kepada karyawan perseroan atau Employee Stock Allocation (ESA) dengan harga pelaksanaan Rp1.250.
Saat ini, Trimegah memiliki, dan mengoperasikan dua proyek pertambangan nikel ateritaktif. Pertama seluas 4.247 hektare (ha) di Kawasi, dan 1.277 ha di Loji dioperasikan Gane Permai Sentosa. Keduanya terletak di Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Selain itu, entitas usaha memiliki dua prospek pertambangan nikel yaitu PT Obi Anugerah Mineral seluas 1.775 ha, dan Jikodolong Megah Pertiwi seluas 1.885 ha berlokasi di Pulau Obi. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





