EmitenNews.com -Selama tiga bulan pertama tahun ini, PT Esta Indonesia Tbk (NEST) membukukan laba bersih Rp6,12 miliar atau melonjak 38,2 persen dibandingkan capaian di Kuartal I-2025 senilai Rp4,43 miliar.

Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan dan perbaikan marjin laba bruto Perseroan. Berdasarkan laporan keuangan NEST untuk periode Januari-Maret 2026, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp93,6 miliar atau mengalami pertumbuhan sebesar 11,8 persen dibandingkan dengan periode yang sama di 2025 senilai Rp83,7 miliar.

Manajemen PT Esta Indonesia Tbk menyebutkan, pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan momentum penjualan atas produk-produk NEST. Penjualan di Kuartal I-2026 didorong oleh melonjaknya permintaan pasar akibat momentum Tahun Baru Imlek pada Februari 2026.

Selain itu, Perseroan juga memperoleh permintaan dalam jumlah besar dari pelanggan di Jepang untuk produk sarang burung walet mess alias remahan sebanyak 70 kilogram, sehingga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penjualan pada Kuartal I-2026.

Di tengah pertumbuhan omzet hingga double digit tersebut, pada Kuartal I-2026 Perseroan hanya mencatatkan kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 2,7 persen (year-on-year) menjadi Rp82,72 miliar.

Dengan demikian, laba bruto di Kuartal I-2026 tercatat Rp10,9 miliar alias meningkat hingga lebih dari tiga kali lipat (y-o-y), dengan marjin laba bruto sebesar 11,6 persen atau jauh di atas capaian 1Q25 sebesar 3,7 persen.

Manajemen NEST mengungkapkan, peningkatan marjin laba bruto itu didukung strategi Perseroan yang terus mengembangkan produk-produk baru berkualitas tinggi dan memperluas pasar ekspor, termasuk Jepang dan Taiwan.

Selain itu, beroperasinya pabrik baru PT Tunas Esta Indonesia juga turut meningkatkan kapasitas produksi NEST hingga 200 persen dan mendorong potensi peningkatan omzet hingga 300 persen per tahun.

Lebih lanjut manajemen NEST menyebutkan, Perseroan juga memperoleh dampak positif dari pergerakan nilai tukar CNY/IDR yang dalam enam bulan terakhir mengalami kenaikan 10,7 persen, seiring mulai membaiknya kondisi ekonomi Tiongkok yang merupakan salah satu pasar utama Perseroan. Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap renminbi memberikan potensi keuntungan kurs bagi NEST.

Pada tingkat operasional, laba usaha NEST tercatat melambung 83,7 persen menjadi Rp7,9 miliar dari Rp4,3 miliar. Dengan demikian, operating margin di Kuartal I-2026 meningkat menjadi 8,4 persen dari 5,1 persen pada Kuartal I-2025, yang mencerminkan peningkatan efisiensi operasional perseroan. Menurut manajemen NEST, meskipun kenaikan marjin laba usaha terhitung lebih moderat dibandingkan kenaikan marjin laba bruto.