EmitenNews.com - PT Raharja Energi Cepu Tbk. (RATU) mencatatkan pertumbuhan kinerja pada Semester I 2026. Laba bersih Perseroan melambung 102% year-on-year ditopang akuisisi aset strategis dan harga minyak yang masih tinggi.

Berdasarkan paparan Public Expose 2026, Kamis (10/9/2026), RATU membukukan laba bersih USD15,54 juta di 1H2026. Angka ini naik dua kali lipat dari periode sama tahun lalu. 

Kenaikan laba ditopang keuntungan pembelian dengan diskon dari akuisisi participating interest di Blok Selat Madura serta peningkatan kontribusi laba dari entitas asosiasi.

Pendapatan RATU tercatat USD25,65 juta atau naik 2% yoy, sejalan dengan kinerja lifting dari Blok Jabung. Sementara Adjusted EBITDA tumbuh 38% yoy menjadi USD21,28 juta.

Direktur Utama RATU, Sumantri optimistis kinerja positif berlanjut meski tak menutup kemungkinan akan mengalami tekanan kenaikan harga bahan bakar minyak hingga akhir tahun.

"Kalau semester 1 adalah secara laba bersih 102%, kita harapkan sampai akhir tahun bisa bergerak antara 50-100%," ujarnya dalam sesi Konferensi Pers.

Untuk setahun penuh 2026, manajemen menargetkan pendapatan sekitar USD40 juta dan net income USD26 juta. Realisasi 6 bulan pertama sudah mencapai USD15,5 juta.

Komitmen Naikkan Dividen

Soal pembagian dividen, Sumantri menegaskan komitmen perusahaan kepada pemegang saham. 

"Bahwa secara umum perusahaan dan manajemen komit untuk selalu membagikan dividend kepada investor," kata Sumantri.