EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi tegas kepada dua sekuritas. Itu akibat melakukan transaksi short selling tanpa persetujuan regulasi pasar. Dua sekuritas bandel tersebut PT Reliance Sekuritas Indonesia (RELI), dan PT Valbury Sekuritas Indonesia.
Direktur BEI Risa E. Rustam dan Laksono Widodo menyebut, pihaknya memberikan sanksi peringatan tertulis kepada Reliance Sekuritas. Berdasar hasil pemeriksaan, Reliance Sekuritas terbukti secara sah dan maykinkan telah melakukan transaksi short selling tanpa memiliki persetujuan bursa.
”Untuk bisa melakukan transaksi short selling harus mengantongi persetujuan bursa,” tutur Risa, seperti dilansir BEI, Jumat (24/12).
Serupa dengan Reliance Sekuritas, regulator bursa memberi peringatan tertulis Valbury Sekuritas karena melakukan transaksi short selling. Sekadar informasi, short selling merupakan transaksi beli kosong. Investor meminjam dana untuk menjual saham tidak mereka miliki saat harga tinggi, dengan ekspektasi saham pasti mengalami koreksi.
BEI melarang transaksi short selling sejak 2 Maret 2020. Itu menyusul pasar saham seluruh dunia rontok terdampak Covid-19. Larangan transaksi short selling diperpanjang menyusul kondisi pasar kembali bergejolak awal 2021. Sebelumnya, BEI berniat membuka larangan tersebut seiring kondisi pasar mulai bergairah. (*)
Related News
BEI Jadwalkan Ulang Floor Price Saham Rp1, ARA–ARB, & Evaluasi FCA
Penilaian LPS, Simpanan Nasabah BPR Arfindo Layak Bayar Rp271 Miliar
Jajaki Akses Pasar Modal Lintas Negara, BEI-Alpaca Berkolaborasi
Sempat Dilarang OJK, BEI Siap Buka Akses Beli Saham Emiten Bursa Asing
Soal Rp50 ke Rp1, BEI Targetkan Live di Pekan Terakhir September
Kurangi Dolar AS, BI-MAS Implementasikan Penggunaan Mata Uang Lokal





