Prospek M&A: Kemungkinan M&A ada karena aspirasi Telkom untuk berekspansi di layanan digital. Namun, kami tidak mengharapkan Telkom untuk melakukan akuisisi yang didanai utang besar yang dapat merusak profil kreditnya. Telkomsel menginvestasikan total USD450 juta sejak November 2020 di perusahaan ride-hailing dan pembayaran lokal Gojek untuk memperluas ekosistem digital dan basis pengguna.

 

Konsolidasi Menara Telkomsel-Mitratel: Telkom mengkonsolidasikan aset menara di bawah anak perusahaan menara yang dimiliki sepenuhnya, PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel), dan Telkomsel. Telkomsel menjual 4.000 menara lagi ke Mitratel pada Agustus 2021, memperkuat portofolio menara yang terakhir menjadi sekitar 28.000 menara. Rencana Telkom adalah memonetisasi sebagian sahamnya di Mitratel melalui IPO atau kemitraan strategis dalam jangka menengah.

 

Peringkat Dibatasi oleh Sovereign: Fitch melihat status, kepemilikan, dan kontrol Telkom oleh negara sebagai 'Kuat', karena kepemilikan saham mayoritas 52% oleh negara pada akhir September 2021 dan pengaruh signifikannya terhadap kebijakan operasional dan keuangan utama Telkom melalui kontrol dewan . Fitch juga menilai catatan dukungan pemerintah dan implikasi finansial dari default oleh Telkom sebagai 'Kuat'. Kami menganggap implikasi sosial-politik dari default menjadi 'Sedang' karena kepentingan politik dan ekonomi yang lebih rendah dari industri telekomunikasi daripada sektor energi dan utilitas.

 

Tutup hubungan Telkom-Telkomsel: Penilaian kami atas hubungan yang kuat didasarkan pada kendali mayoritas Telkom atas Telkomsel dan pengaruh strategis melalui perwakilan dewan. Kami juga melihat hubungan operasional dan strategis yang signifikan, termasuk ketergantungan Telkomsel pada infrastruktur serat optik induknya dan kontribusi seluler yang besar terhadap pendapatan grup. Telkom dan Telkomsel, masing-masing memiliki posisi strategis sebagai operator tetap dan nirkabel terbesar di Indonesia.