Medco Pastikan Akan Terus Alokasikan Modal di Sektor ini
:
0
Kalangan pengusaha yang bergerak dibidang energi memprediksi ke depan gas berpotensi menggantikan batu bara sebagai transisi energi dunia yang rendah emisi.(Foto: Titan)
EmitenNews.com - Kalangan pengusaha yang bergerak dibidang energi memprediksi ke depan gas berpotensi menggantikan batu bara sebagai transisi energi dunia yang rendah emisi.
Direktur dan CEO Medco Energi, Roberto Lorato menuturkan, gas mampu menggantikan batu bara. Kemudian, mendukung kestabilan energi terbarukan yang sifatnya intermiten, serta memenuhi kebutuhan dipasar yang permintaan listriknya masih tumbuh jauh lebih cepat.
Roberto juga memprediksi transisi energi di Indonesia dan sebagian besar di kawasan Asia akan ditopang oleh keberadaan gas. "Transisi energi di kawasan ini akan dibangun melalui kombinasi gas dan energi terbarukan, bukan melalui pendekatan yang bersifat ekstrem," ujarnya, Kamis, 21 Mei 2026.
Namun pihaknya meyakini Indonesia dan kawasan Asia secara lebih luas masih membutuhkan lebih banyak investasi hulu migas. Karena itu, Medco bakal terus mengalokasikan modal di sektor ini sambil secara bertahap mengembangkan proyek Energi Baru Terbarukan (EBT).
"Keduanya bukanlah sesuatu yang saling bertentangan. Melainkan sama-sama dibutuhkan untuk masa depan energi," kata Roberto.
Pada sesi Global Executive Talk bertema The End of Easy Energy: 'The New Reality of Oil and Gas' di IPA Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026, CEO Mubadala Energi, Mansoor Mohamed Al Hamed angkat bicara. Dia mengatakan fundamental transisi energi tetap sama dengan memanfaatkan gas yang memiliki emisi lebih rendah ketimbang energi fosil lainnya.
"Kita harus menurunkan emisi, memperluas energi terbarukan, dan melakukan dekarbonisasi. Namun, gas yang melimpah, andal, dan beremisi lebih rendah tetap akan menjadi bagian penting dari bauran energi," ucapnya.
Menurutnya, di dunia yang penuh dengan volatilitas, gas berfungsi sekaligus sebagai bahan bakar transisi dan bahan bakar ketahanan energi. Komitmen Mubadala Energy dalam mempercepat pengembangan proyek gas di Laut Andaman, Indonesia, di tengah meningkatnya kebutuhan energi dan tingginya ketidakpastian geopolitik global.
"Indonesia memiliki peluang luar biasa, mulai dari peningkatan permintaan energi. Kemudian posisi geografis strategis hingga potensi besar sumber daya laut dalam,” kata Mansoor.(*)
Related News
Merah 9 Hari Beruntun, IHSG Tinggalkan Level 6.000
IHSG Tertekan, Serok Saham SSIA, BRIS, HMSP hingga AMRT
Waspada! IHSG Bisa Jebol Level 5.882
Danantara SDI Disiapkan Jadi Eksportir Komoditas Strategis
Harga Minyak Turun, Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq Ditutup Menguat
Anjlok Tajam, IHSG Kini Masuk Area Oversold Ekstrem





