Melejit 129 Persen, Maret 2021 Adhi Karya (ADHI) Dulang Kontrak Baru Rp3,9 Triliun

EmitenNews.com - PT Adhi Karya (ADHI) sepanjang kuartal pertama 2022 mendulang kontrak baru sejumlah Rp3,9 triliun. Angka tersebut naik 129 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp1,7 triliun.
Sejumlah kontrak baru didapat Adhi Karya kuartal I-2022 di antaranya Jalan Tol Semarang-Demak, pengelolaan sampah Bantar Gebang Jakarta, pekerjaan tanah Pertamina Hulu Rokan, pembangunan gedung data center Cikarang, dan peningkatan jaringan irigasi Bendungan Glapan, Jawa Tengah.
”Nilai kontrak itu gabungan dari seluruh kontrak berbagai lini bisnis perseroan,” tutur Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto, Selasa (12/4).
Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru itu, meliputi lini bisnis konstruksi 85 persen, properti 7 persen, dan sisanya lini bisnis lain. Selain lini bisnis, kontrak juga meliputi berbagai tipe pekerjaan dari proyek gedung 30 persen, jalan dan jembatan 29 persen, proyek infrastruktur lainnya seperti pembuatan bendungan, bandara, jalur kereta api, proyek energi, dan proyek lain 41 persen.
Berdasar segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru bersumber dari pemerintah 33 persen, BUMN dan BUMD 16 persen, sementara proyek kepemilikan swasta atau lainnya 51 persen. Nah, untuk rencana perolehan kontrak baru pada 2022, saat ini perseroan tengah mengikuti proses tender untuk beberapa proyek jalan tol, proyek perkeretaapian, proyek gedung, dan proyek infrastruktur lain.
Menyusul sejumlah proses tender tersebut, manajemen Adhi Karya tahun ini optimistis dapat memperoleh peningkatan capaian kontrak 20-25 persen dibanding tahun sebelumnya. ”Kami sangat yakin kinerja akan terus meningkat,” harapnya. (*)
Related News

Bank Milik Sri Tahir (MAYA) Amankan Dana Surat Utang Rp803

Bos Indosat (ISAT) Asal India Borong Saham Rp2M, Buat Apa?

Sepeda Bersama (BIKE) Catat Laba Naik 40 Persen Semester I-2025

BRI Dukung Program Sapi Merah Putih, Dorong Swasembada Pangan

Akhir Juni 2025, Laba Emiten Boy Thohir (AADI) Drop 50,09 Persen

Semester Pertama 2025, Laba MYOH Melejit 60,74 Persen