Mencermati Deretan Sentimen yang Mempengaruhi Pasar Saham di Akhir Pekan
:
0
EmitenNews.com -Investor masih menimbang prospek suku bunga yang akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama, dengan lonjakan imbal hasil (yield) surat utang Pemerintah AS (US Treasury Note) telah mendongkrak nilai tukar mata uang USD ke level tertinggi dalam 10 bulan sehingga memberi tekanan ke bawah pada GBP, EUR, serta mata uang negara-negara di Asia.
Data yang memperlihatkan ketahanan ekonomi AS, retorika keras (hawkish) dari para pejabat bank sentral AS (Federal Reserve), dan defisit fiskal yang membutuhkan jumlah utang lebih besar lagi telah mendorong yield US Treasury Note bertenor 10 tahun melonjak lebih dari 40 bps bulan ini.
Ditambah lagi dengan ancaman penghentian (shutdown) aktivitas dan layanan yang disediakan oleh Pemerintah AS mulai akhir pekan ini.
Senat (DPD) AS pada hari Selasa telah mengambil langkah maju dengan menghasilkan RUU bersifat bipartisan yang memungkinkan Pemerintah AS beroperasi hingga pertengahan November.
Namun, RUU ini masih harus mendapat persetujuan dari House of Representatives (DPR) AS yang justru sibuk mendiskusikan usulan RUU, yang hanya didukung oleh politisi dari Partai Republik saja.
Related News
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua





