Menperin: Sertifikasi Halal Bagian Dari Upaya Tingkatkan Daya Saing
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sertifikasi merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan daya saing pelaku usaha.(Foto: Kemenperin)
EmitenNews.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan sertifikasi merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan daya saing pelaku usaha sekaligus memberikan kepastian kehalalan produk yang beredar di masyarakat.
“Pemerintah berkomitmen mempercepat sertifikasi halal sebagai bagian dari penguatan daya saing industri nasional. Sertifikat halal tidak hanya memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk, memperluas akses pasar, dan memperkuat kepercayaan konsumen, baik di pasar domestik maupun global,” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (20/1).
Melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru, Kemenperin memfasilitasi sertifikasi halal bagi 232 pelaku IKM di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2025. Fasilitasi sertifikasi halal dilaksanakan oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) BSPJI Banjarbaru yang telah terakreditasi sebagai LPH Utama oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dengan ruang lingkup makanan dan minuman pada wilayah kerja nasional dan internasional.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan bahwa penguatan ekosistem industri halal tidak dapat dilepaskan dari penerapan standar, penguatan ekosistem dan sistem mutu yang berkelanjutan.
“Melalui fasilitasi sertifikasi halal, kami mendorong industri untuk tidak hanya semata memperoleh sertifikat, tetapi juga menerapkan prinsip jaminan produk halal secara konsisten. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu produk melalui penerapan standar seperti SNI dan sistem manajemen berbasis standar internasional,” jelas Emmy.
Keberhasilan program sertifikasi halal ini turut didukung oleh kolaborasi lintas lembaga, antara lain Pusat Pemberdayaan Industri Halal (PIH) Kemenperin, BAZNAS, Bank Indonesia, pemerintah daerah di Kalimantan Selatan, serta dukungan CSR PT Borneo Indobara. Sinergi tersebut memperluas jangkauan layanan sertifikasi halal bagi pelaku IKM di daerah.(*)
Related News
IHSG Ambruk 1,24 Persen ke 9.021 di Sesi I, Tertekan Sektor Industrial
Perluas Inklusi Keuangan, BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima
ESDM Amankan 50 Ribu Ton Batu Bara Tak Bertuan Di Kutai Kartanegara
Pemerintah Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM Ojek Hingga Kurir
Danantara Targetkan Aset Kelolaan Naik Tiga Kali Lipat Pada 2030
Tertibkan Kawasan Hutan, Pemerintah Cabut Izin 28 Perusahaan





