Nganggur, TPIA Semai Dana Right Issue Rp15,49 Triliun di Tiga Bank Ini
Dua petugas lapangan tengah melakukan inspeksi terhadap instalasi pembangkit perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Chandra Asri Pacific (TPIA) mengendapkan Rp15,49 triliun di sejumlah perbankan. Dana hasil right issue itu, bersarang di Bank DBS Singapore, Bank BRI (BBRI), dan Bank BNI (BBNI). Dana jumbo tersebut dibiakkan dalam instrumen deposito berjangka, dan surat berharga.
Mengendap di Bank DBS Singapore sebagai deposito berjangka dalam bentuk dolar Amerika Serikat (USD) dengan bunga 3,37 persen per annum berdurasi satu tahun. Lalu, bersarang di BRI, dan BNI berdenominasi rupiah dengan bunga 3,5-5,25 persen per annum sepanjang 1 bulan.
Kemudian, ditempatkan dalam surat berharga dalam bentuk USD berbunga 1,5-6,25 persen per annum berdurasi 1-7 tahun. Masih sebagai surat berharga berdenominasi rupiah dengan bunga 2-8,38 persen per annum sepanjang 1-7 tahun. Awalnya, dana tidak kecil itu, untuk suntik modal anak usaha yaitu Chandra Asri Perkasa 2 (CAP-2).
Dana itu, oleh anak usaha akan digunakan untuk pembangunan pabrik baru berupa komplek petrokimia terintegrasi CAP-2. Anggaran tersebut diplot antara lain untuk pabrik naptha cracker, pabrik polymer serta fasilitas, dan utilitas terkait untuk menunjang operasional pabrik.
Antara lain seperti power supply, boiler, water treatment, jetty, dan tengki penyimpanan. Itu sejalan dengan strategi perseroan untuk memperluas kapasitas produksi, dan skala usaha dalam melayani kebutuhan pasar indonesia. Sayangnya, skenario, dan rencana tersebut hingga 31 Desember 2025 belum terlaksanan.
Sekadar informasi, pada 20 Agustus 2021 silam, emiten petrokimia terintegrasi besutan Prajogo Pangestu tersebut mengemas dana right issue total Rp15,5 triliun. Kemudian, dipotong biaya penawaran umum, berupa jasa konsultan keuangan Rp825 juta alias 0,005 persen, jasa akuntan publik 0,008 persen setara Rp1,21 miliar, jasa konsultan hukum 0,024 persen alias Rp3,65 miliar.
Lalu, biaya notaris sebesar Rp82,5 juta selevel dengan 0,001 persen, dan biaya lain-lain terdiri dari biaya pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), biaya pendaftaran ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), biaya audit penjatahan dan erifikasi biaya, biaya pemasaran, dan biaya percetakan sekitar 0,007 persen atau Rp1,12 miliar.
So, total realisasi biaya penawaran umum III senilai Rp6,89 miliar alias sekitar 0,045 persen dari hasil kotor right issue Rp15,5 triliun. Dengan begitu, perseroan mendapat dana bersih hasil right issue ssenilai Rp15,49 triliun. (*)
Related News
Genjot Performa, BIPI Kebut Mini LNG Plant Jawa TimurĀ
EMAS Serap Dana IPO Rp4,25 Triliun, Terbesar Aliri Pos Ini
Lepas 136,6 Juta Helai, Pengendali TRIN Raup Rp27,32 Miliar
25 Februari, TRUE Izin Investor Private Placement 757,11 Juta Lembar
Agresif! Glencore Kembali Lego 224,47 Juta Saham Grup Harita (NCKL)
Ingat! Hari Ini Cum Date Saham Bonus RISE Rp525,36 Miliar





