IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
victoria sekuritas

Pedih! Tahun 2021 Rugi Gojek Tokopedia (GOTO) Tembus Rp21 Triliun

30/05/2022, 18:48 WIB

Pedih! Tahun 2021 Rugi Gojek Tokopedia (GOTO) Tembus Rp21 Triliun

EmitenNews.com — PT Goto Gojek Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan rugi bersih menyentuh angka Rp21,39 triliun sepanjang tahun 2021, atau membengkak 50 persen dibandingkan tahun 2020 yang tercatat rugi Rp14,208 triliun.


Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan tahun 2021 telah audit emiten padat teknologi itu yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/5/2022).


Padahal, pendapatan bersih naik 36,3 persen menjadi Rp4,535 triliun yang disumbang oleh imbalan jasa sebesar Rp11,111 triliun atau naik 88,13 persen dibanding tahun 2020, yang tercatat sebesar Rp5,94 triliun.


Disusul jasa pengiriman yang naik 21,3 persen menjadi Rp1,686 triliun,


Lalu pendapatan iklan terbang 2365 persen menjadi Rp1,208 triliun.


Sehingga pendapatan kotor naik 80,4 persen menjadi Rp15,184 triliun, tapi promosi kepada pelanggan melonjak 109 persen menjadi Rp10,648 triliun. Akhirnya pendapatan bersih didapat Rp4,535 triliun.


Sayangnya, beban pokok pendapatan membengkak 55,14 persen menjadi Rp3,775 triliun.


Lalu, beban penjualan dan pemasaran melonjak 256 persen menjadi Rp8,931 triliun.


Senasib, beban umum dan admistrasi membengkak 97,4 persen menjadi Rp7,786 triliun. Kemudian, beban pengembangan produk membengkak 22,6 persen menjadi Rp2,49 triliun.


Demikian juga dengan beban penyusutan dan amortisasi naik 93,8 persen menjadi Rp2,417 triliun.


Berikutnya, beban operasional dan pendukung membengkak 15,5 persen menjadi Rp1,519 triliun.


Dampaknya, rugi sebelum pajak kian dalam sebesar 37,5 persen menjadi Rp22,211 triliun.


Sementara itu, aset perseroan naik 416 persen menjadi Rp155,13 triliun karena adanya peningkatan tambahan modal disetor sebesar 257,1 persen menjadi Rp225,85 triliun.


Patut dicermati, kas bersih yang digunakan untuk aktivitas operasi menyentuh Rp14,691 triliun, sedangkan di kuartal I 2020, hanya Rp7,361 triliun.


Author: Rizki