Pemerintah Incar Rp27 Triliun dari Lelang 8 Seri SUN, Selasa (9/9)
:
0
Pemerintah Incar Rp27 Triliun dari Lelang 8 Seri SUN, Selasa (9/9)
EmitenNews.com - Pemerintah pada Selasa 9 September 2025 mendatang akan kembali menggelar lelang Surat Utang Negara (SUN) dalam mata uang Rupiah untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN 2025. Lelang dilakukan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 168/PMK.08/2019 tentang Lelang Surat Utang Negara di Pasar Perdana Domestik.
Ada delapan seri SUN yang akan ditawarkan dalam lelang pekan depan. Kedelapan seri tersebut adalah SPN03251210 (New Issuance),
SPN12260910 (New Issuance), FR0109 (reopening), FR0108 (reopening), FR0106 (reopening), FR0107 (reopening), FR0102 (reopening), dan seri FR0105 (reopening).
Untuk seri SPN alokasi pembelian non-kompetitif maksimal sebesar 99% dari penawaran pembelian yang dimenangkan, dengan penetapan imbal hasil SUN bagi pemenang Lelang SUN dengan penawaran pembelian Non Kompetitif menggunakan imbal hasil rata-rata tertimbang dari hasil Lelang SUN dengan penawaran pembelian Kompetitif.
Sedangkan untuk enam seri lainnya alokasi pembelian non-kompetitif maksimal sebesar 30% dari penawaran pembelian yang dimenangkan, dengan penetapan imbal hasil SUN bagi pemenang Lelang SUN dengan penawaran pembelian Non Kompetitif menggunakan imbal hasil rata-rata tertimbang dari hasil Lelang SUN dengan penawaran pembelian Kompetitif.
Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan, dalam pengumumannya menyampaikan bahwa target indikatif dari lelang tersebut adalah sebesar Rp27 triliun, dengan target maksimal 150% dari target indikatif. Tanggal setelmen adalah dua hari setelah digelar lelang, atau Kamis 11 September 2025.(*)
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





