Pemerintah Masih Kaji Apakah PN Jakarta Pusat Berwenang Perintahkan Tunda Pemilu
:
0
EmitenNews.com - Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa putusan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat yang mengabulkan gugatan Partai Rakyat Adil Makmur (Partai Prima) dan memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 belum merupakan keputusan final. Karena itu persiapan penyelenggaraan Pemilu tahun 2024 akan tetap dilanjutkan.
“Persiapan tentu berlanjut. Ini kan baru ada putusan yang belum tentu (final). Nanti itu memperoleh legitimasi kan putusan itu. Itu nanti akan ada proses,” ujar Wapres usai meresmikan Pembukaan Munas XI Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), di Istana Wakil Presiden, Jumat (03/03).
Lebih jauh, Wapres mengatakan, pemerintah masih menunggu hasil banding yang diajukan oleh KPU terhadap putusan tersebut.
“Saya kira itu kan putusan dari PN ya, dari pihak yudikatif, ya kita tunggu. Kan sekarang KPU banding, karena memang masalah ini kan bukan masalah mudah ya,” terang Wapres.
Di sisi lain, Wapres mengungkapkan, pemerintah sedang melakukan pengkajian terhadap hasil keputusan PN Jakarta Pusat tersebut.
“Apakah ada kewenangan PN untuk menetapkan penundaan Pemilu itu? Ini yang sedang dilakukan pengkajian ya,” jelasnya.
Terakhir, Wapres menyebutkan, agar seluruh pihak dapat menunggu hasil kajian dari pemerintah dan hasil banding dari KPU.
“Saya kira Menko Polhukam sudah bereaksi, kemudian KPU sedang banding, karena itu kita tunggu saja,” pinta Wapres. Kita tunggu saja, pemerintah juga akan bersikap nanti,” pungkasnya.
Turut mendampingi Wapres dalam keterangan persnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, Ketua GAPKI Joko Supriyono, dan Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi.(*)
Related News
Tuna dan Gurita RI Laris, Raup Rp522 Miliar di Conxemar 2026
PT SMI Lunasi Obligasi Rp945,2 Miliar Tepat Waktu
Pertamina Patra Niaga Gandeng KDKMP Pasok Jelantah untuk Avtur
Lindungi Masa Depan, Allianz Life Indonesia Sodorkan ini
BUMA Perkuat Kesiapan Kerja Generasi Muda melalui BUMA School
Tutup Perdagangan Oktober IHSG Turun ke 5.057, Market Cap Rp8.862 T





