Ramah Lingkungan, Menhub Dukung Pengembangan Ekosistem Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
:
0
Ilustrasi Terang Dunia Internusa (TDI) Andrew Mulyadi optimistis industri motor listrik melaju pesat dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. dok. ist.
EmitenNews.com - Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia. Bukan apa-apa. Motor listrik ramah lingkungan dan mampu mengurai emisi karbon motor konvensional dinilai ampuh mengurangi polusi udara yang kian mengkhawatirkan.
”Edukasi kepada masyarakat serta program-program penunjang seperti subsidi Rp7 juta terus digencarkan untuk mengajak masyarakat beralih ke kendaraan listrik, mengingat polusi udara yang mengkhawatirkan belakangan ini,” kata Menhub Budi Karya Sumadi, saat menghadiri penandatanganan kontrak kerja sama United E-Motor dengan perusahaan Malaysia Artroniq Berhad pada Senin (11/9/2023).
Menhub menjelaskan, pemerintah terus menggenjot ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, dengan harapan Indonesia bisa menjadi pusat pengembangan kendaraan listrik dunia. Tidak lagi sekedar produsen tapi harapannya tahun 2030 bisa mengekspor motor listrik ke luar negeri.
Motor listrik melaju pesat
Dalam keterangannya Selasa (26/9/2023), Direktur PT Terang Dunia Internusa (TDI) Andrew Mulyadi optimistis industri motor listrik melaju pesat dengan dukungan pemerintah dan masyarakat. Motor listrik, produk yang sangat ramah lingkungan, bersih dan tanpa asap. Jika penggunaannya sudah masif di jalan raya dan bisa menggantikan motor BBM, otomatis kondisi udara akan semakin baik.
“Nah, untuk sampai ke situ, diperlukan dukungan dan komitmen besar secara bersama, baik pemerintah maupun masyarakat umum,” ujar Andrew Mulyadi.
Related News
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua
Begini Bahlil Respon Laporan JP Morgan Soal Konsumsi Energi





