EmitenNews.com - PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) hari ini telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (15/2/2024) sebagai emiten ke-18 yang tercatat di BEI pada 2024.

BAIK merupakan perusahaan pengelola rumah makan secara langsung dan melalui entitas anak, kemitraan rumah makan, serta perdagangan bahan baku (makanan beku & sembako). Salah satu merek yang paling terkenal adalah Ayam Goreng Nelongso dan Geprek Kak Rose.


Dalam proses IPO ini, BAIK menggandeng PT MNC Sekuritas dan PT KGI Sekuritas Indonesia sebagai penjamin pelaksana emisi efek. MNC Sekuritas merupakan perusahaan efek di bawah naungan MNC Group.

BAIK menawarkan sebanyak 225.000.000 saham Baru atau setara dengan 20% dari modal disetor setelah IPO, yang ditawarkan pada harga sebesar Rp278,- per saham, dan mengalami oversubscribed 117,22 kali saat periode penawaran umum. BAIK berpotensi meraup dana segar hingga Rp62,55 miliar dari IPO. Selain itu, Perseroan juga menerbitkan sebanyak 225.000.000 Waran Seri I dengan rasio setiap pemegang 1 saham baru berhak memperoleh 1 Waran Seri I dengan harga pelaksanaan sebesar Rp400 per saham.


Direktur utama PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK) Nanang Suherman mengatakan bahwa pihaknya merasa bangga dan bersyukur karena diberi kepercayaan untuk bisa melantai di bursa.

Menurutnya, ini dapat memberikan perusahaan legitimasi di mata investor, mitra bisnis, dan masyarakat umum,sehingga meningkatkan citra baik perusahaan untuk lebih dipercaya oleh publik.


Terkait penggunaan dana IPO, sekitar 3,48% akan dialokasikan untuk pembelian mesin dan kendaraan operasional guna optimalisasi distribusi produk dan bahan baku. Di antaranya, 44% untuk mesin cold storage dengan kapasitas 20 ton dan satu unit mesin air blast compressor two stage.

Sebanyak 56% akan digunakan untuk membeli kendaraan operasional, termasuk mobil truk Traga, mobil Suzuki Carry, mobil karoseri pendingin, serta lima kendaraan roda dua. Selanjutnya, sekitar 10,16% akan diperuntukkan perpanjangan sewa 18 outlet lama, mendukung ekspansi bisnis dengan total nilai sewa sekitar Rp5,6 miliar.


Sekitar 22,54% akan dialokasikan untuk renovasi outlet, gudang, dan kantor, serta pengimplementasian sistem otomatisasi. Ini bertujuan mendukung penyimpanan persediaan bahan baku yang lebih besar. Renovasi melibatkan 23 outlet dan 1 gudang, termasuk 18 gerai dengan perpanjangan sewa.

Sisanya, sekitar 63,82%, akan digunakan untuk operational expenditure (opex), mencakup pembelian bahan baku, biaya pengembangan produk, pemasaran, dan branding.


“Beberapa strategi usaha akan kami lakukan pasca IPO. Seperti ekspansi area target outlet, mengoptimalkan pendanaan, menambah varian menu produksi di setiap outlet, ikut serta dalam promo yang disediakan oleh marketplace, menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis, serta membekali tim dengan chatbot,” ujar Nanang.

Direktur Investment Banking MNC Sekuritas Hary Herdiyanto juga bersyukur untuk proses pencatatan saham BAIK yang dapat berjalan dengan lancar. Menurutnya, pencatatan perdana BAIK hanyalah awal dari pencapaian-pencapaian yang lainnya, dan diharapkan akan terus berlanjut.

“Proses pencatatan saham hari ini merupakan buah dari keseluruhan rangkaian proses penawaran umum yang sudah berjalan cukup panjang, dimana sepanjang masa penawaran kemarin tercatat demand masyarakat yang sangat kuat sehubungan dengan penawaran umum ini, yang terlihat dari oversubscribe yang cukup besar,” ujar Hary.