Review 31 Juli – 04 Agustus 2023 dan Outlook IHSG 07 – 11 Agustus 2023
:
0
EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan periode 31/07-04/08/2023 bergerak pada rentang level 6.833 - 6.934 atau melemah sebesar 0.69% (wtd) dan ditutup pada level 6.852 atau melemah sebesar 0,66% (dtd) pada perdagangan hari Jumat (04/08/2023) dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Terdapat delapan sektor yang menjadi pemberat pelemahan IHSG pada minggu ini sementara tiga sektor lainnya mengalami penguatan.
Menurut Analis Stocknow.id Shinta Dwi Untari dan Hendra Wardana bahwa sektor Technology menjadi kontributor pemberat dalam penurunan IHSG minggu ini sebesar -2.95%. Diikuti sektor Transportations & Logistic yang turun signifikan sebesar -2.50%. Selanjutnya sektor Healthcare, sektor Consumer Cyclicals, dan sektor Energy yang terjun masing-masing sebesar -1.80%, -1.50%, dan -1.33%. Lalu sektor Financials, sektor Consumer Non-Cyclicals, dan sektor Infrastructures melemah masing-masing sebesar -0.88%, -0.70%, dan -0.47% Disisi lain, ada sektor Basic Materials yang menjadi kontributor kenaikan terkuat sebesar 2.25%. Diikuti sektor Properties and Real Estate dan sektor Industrials yang terbang masing-masing sebesar 1.34% dan 0.84%. Total volume transaksi yang diperdagangkan di bursa mencapai 119,415 miliar lembar saham dengan total nilai transaksi yang diperoleh sebesar Rp58,223 triliun.
Asing melakukan aksi beli atau Net Foreign Buy sebesar Rp2,96 triliun dengan saham-saham yang diakumulasi antara lain ASII Rp345 M, BMRI Rp322 M, dan AMMN Rp180 M. Sementara itu, asing juga melakukan aksi distribusi pada saham-saham berikut BBNI –Rp422 M, TLKM –Rp373 M, BBCA –Rp285 M.
Selanjutnya saham-saham yang menjadi top gainers pada perdagangan minggu lalu ada IKBI +82.86%, GTBO +72.82%, dan BUVA +52.94%. Disisi lain, yang menjadi top losers yaitu JATI -43.64%, TIRA -38.10%, dan DIVA -37.31%.
Pada perdagangan minggu lalu, sentimen domestik diwarnai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang melaporkan inflasi tahunan pada Juli 2023 sebesar 3,08% (yoy) atau turun dibandingkan Juni 2023 yang sebesar 3,52% (yoy). Namun inflasi secara bulanan tercatat sebesar 0,21% atau lebih tinggi dibandingkan bulan Juni 2023 yang sebesar 0,14%. Lalu ada S&P Global yang merilis data PMI Manufaktur Indonesia pada Juli 2023 sebesar 53,3. Angka tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas manufaktur Indonesia berada dalam zona ekspansif dan menjadi yang tertinggi sejak September 2022 atau 10 bulan terakhir.
Related News
IHSG Susut 2,42 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp12.382 Triliun
Kemendag Minta Klarifikasi Traveloka Terkait Refund Pembatalan Tiket
Dubes China Dukung Perluasan Akseptasi QRIS di Negaranya
Tutup April 2026, IHSG Merosot Tajam Tinggalkan Level 7.000
IHSG Sesi I Ambles 2,46 Persen, Asing Net Sell Rp0,97 Triliun
Bursa Sorot MSIE-HBAT, BOBA Dilepas, dan BAPA Kena Suspensi Kedua





