RI-Rusia Sepakat Genjot Kerjasama, Mulai Dari EBT Hingga Infrastruktur
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi bersama Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Illichev saat menandatangani Protokol Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) RI-Rusia pada Kamis (9/04).(Foto: Ekon)
EmitenNews.com - Indonesia dan Rusia, Kamis (9/4) menandatangani Protokol Pertemuan ke-7 Working Group on Trade, Investment, and Industry (WGTII) yang menjadi capaian penting dalam upaya memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis antara kedua negara.
Protokol yang diteken Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian RI Edi Prio Pambudi dan Deputi Menteri Pembangunan Ekonomi Federasi Rusia, Vladimir Illichev, memuat sejumlah kesepakatan, perkembangan kerja sama, serta rencana tindak lanjut di berbagai sektor prioritas antara kedua negara.
"Dokumen Protokol ini sekaligus menjadi acuan bersama dalam mengimplementasikan hasil-hasil pembahasan teknis sekaligus memastikan keberlanjutan dan efektivitas kerja sama bilateral," papar Deputi Edi seperti dilansir laman kementerian.
Substansi protokol mencakup penguatan kerja sama di berbagai sektor strategis, antara lain perdagangan dan investasi, kerja sama bidang energi baru terbarukan, kerja sama sektor pertanian seperti perikanan, pupuk, dan minyak kelapa sawit, serta kerja sama bidang industri yang menjadi prioritas bersama seperti farmasi dan kesehatan, metalurgi, kimia, penerbangan, dan infrastruktur.
Lebih lanjut, Indonesia dan Rusia juga mendorong kerja sama berkelanjutan di bidang logistik, kawasan ekonomi khusus, ekonomi kreatif, lingkungan hidup dan perubahan iklim, serta penguatan kerja sama antar daerah.
Deputi Edi menyampaikan bahwa momentum positif dari penandatanganan ini diharapkan dapat segera diterjemahkan ke dalam hasil yang konkret melalui penguatan kerja sama teknis, percepatan inisiatif yang sedang berjalan, serta pengembangan proyek-proyek prioritas yang implementatif.
“Melalui penandatanganan Protokol Pertemuan ke-7 WGTII RI-Rusia ini, kedua negara menegaskan kembali komitmen untuk terus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk melalui peningkatan akses pasar, investasi, serta pengembangan industri bernilai tambah,” pungkas Deputi Edi.
Turut menyaksikan dalam prosesi penandatanganan adalah Duta Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia Sergey Tolchenov.(*)
Related News
PLN NP Jajaki Pengembangan CCUS Untuk Tekan Emisi Karbon Pembangkit
Harga Emas Antam Sabtu (11/4) Ini Naik Rp3.000 Per Gram
Pertamina Ajak Masyarakat Gunakan Elpiji Sesuai Kebutuhan
Keyakinan Konsumen Maret 2026 Melemah Dibanding Februari
Permudah Akses Masyarakat, Tokocrypto Gandeng BRI dan Bank Mandiri
KEK Banten Berkembang Pesat, Proyeksi Investasi Capai Rp18.8 Triliun





