EmitenNews.com - PT Sampoerna Agro (SGRO) bakal menerbitkan obligasi, dan sukuk dengan senilai Rp830,5 miliar. Penerbitan dua jenis surat utang itu, untuk penawaran umum berkelanjutan (PUB) Obligasi I Sampoerna Agro Tahap III Tahun 2022, dan Sukuk Tahap III Tahun 2022


Sampoerna Agro, pada tahap II sebelumnya telah melakukan emisi obligasi sejumlah Rp300 miliar, dan Rp174,61 miliar. Sementara, penawaran sukuk dilakukan senilai Rp300 miliar dan Rp394,88 miliar. Secara keseluruhan obligasi, dan sukuk memiliki target emisi Rp1 triliun.


Sementara itu, surat utang Sampoerna Agro jenis obligasi konvensional berbentuk obligasi berkelanjutan I Tahap III Tahun 2022 akan diterbitkan dengan jumlah pokok Rp525,38 miliar. Seri A senilai Rp75 miliar berjangka 3 tahun sejak tanggal emisi dengan kupon 7,15 persen.


”Lalu, seri B akan ditawarkan Rp450,38 miliar dengan tenor 5 tahun dan kupon 8,40 persen,” tutur Eris Ariaman, Corporate Secretary Sampoerna Agro, Senin (14/2).


Selain surat utang konvensional itu, Sampoerna Agro juga menerbitkan surat utang syariah Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I SGRO Tahap III Tahun 2022 dengan target dana dihimpun Rp305,11 miliar. Sukuk Seri A akan ditawarkan Rp75 miliar, dan bertenor 3 tahun. Sukuk Seri B akan ditawarkan Rp450,38 miliar dan berdurasi 5 tahun.


Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan penjamin emisi obligasi PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Sucor Sekuritas. Sementara itu, PT Bank Permata Tbk bertindak sebagai wali amanat.


Surat utang Sampoerna Agro itu, telah mendapat rating idA+ untuk obligasi, dan idA sy (syariah) untuk sukuk dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dana hasil obligasi sekitar 34 persen untuk membayar pokok utang bank dengan kreditur Indonesia Eximbank. Saldo pokok pinjaman terutang Rp230 miliar.


Selanjutnya, sekitar 66 persen untuk membayar utang milik entitas anak, PT Sungai Rangit, kepada kreditur Bank Mandiri dengan saldo pokok pinjaman terutang Rp375 miliar. Lalu, sekitar 11 persen dari dana penawaran sukuk juga untuk melunasi utang PT Sungai Rangit kepada kreditur Bank Mandiri.


Kemudian, 89 persen dari dana untuk melunasi utang entitas anak, PT Aek Tarum, kepada kreditur Bank Muamalat dengan saldo pokok pinjaman terutang Rp270 miliar. (*)