SAS: Trading Komoditas Emas Terus Berkembang Pesat
:
0
Odang Supriatna, direktur utama PT Smartin Advisor Sistem (SAS) dalam acara diskusi Literasi Keuangan Mahasiswa bertajuk Menangkap Peluang investasi Saham, Kripto, dan Komoditas yang digelar Himpunan Pemuda dan Mahasiswa Nagekeo (Himapen) di Jakarta, Rabu (6/7/2026). Photo/Rizki EmitenNews
EmitenNews.com -Perdagangan Berjangka Komoditas (PBK), khususnya emas, diprediksi terus berkembang pesat dalam 10 tahun mendatang.
“Dalam 10 tahun ke depan, kami yakin sektor ini berkembang pesat, sejalan dengan tumbuhnya generasi Alfa yang lebih technology leterate, serta didorong pesatnya perkembangan teknologi artificial intelligence (AI) dan digitalisasi, menjadi pilihan investasi yang lebih inklusif dan canggih,” ujar Odang Supriatna, direktur utama PT Smartin Advisor Sistem kepada media di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Pada 2025, mengutip data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), nilai nominal (notional value) dari transaksi PBK menyentuh sebesar Rp48.867 triliun atau tumbuh 49,8 persen secara tahunan (year on year/yoy), sedangkan jumlah volume transaksi sebesar 14,56 juta lot atau naik 12 persen yoy. “Saat ini PBK tumbuh positif namun literasi masih perlu ditingkatkan,” jelas Odang.
Karena itu, tambah dia, SAS yang berdiri pada 2023, hadir sebagai bagian dari industri PBK untuk berperan aktif meningkatkan literasi keuangan khususnya dalam bidang Perdagangan Berjangka Komoditi yang benar.
SAS memiliki visi menjadi media channel terdepan di Indonesia maupun secara global (worldwide) yang menyediakan invesment information, trading knowdge, dan financial education berkualitas tinggi. Khusus untuk pemula dan generasi muda , SAS memiliki program edukasi yang diberikakan secara cuma-cuma. Edukasi ini berisikan pengetahuan dasar, dan keterampilan praktis dalam transaksi Perdagangan Berjangka Komoditas.
Tujuan program ini adalah membantu generasi muda yang ingin berkakir di dunia PBK sekaligus menginspirasi mereka yang ingin menjadi professional dibidang coding, expert advisor, profesional trader, dan smart investor.
“Dan, tentu saja semua program edukasi yang dibuat sesuai dengan norma yang diatur oleh undang undang dan ketentuan Pemerintah,” tegas dia.
Terkait hal itu, jelas Odang, SAS menyodorkan produk atau tools berupa expert advisor (Starbot, Tradingmatic, Quadran EA), AI Signal (Gold Mind AI, Finsfree), Indikator, dan Edukasi.
Pentingnya edukasi terhadap ekosistem PBK yang digulirkan SAS selaras dengan potensi dan tantangan PBK tahun 2026 yang disampaikan Bappebti. Salah satu yang perlu disoroti adalah transisi penyesuaian teknologi, proses kepatuhan (compliance), dan edukasi pasar.
“PBK menarik karena likuiditas tinggi, peluang diversifikasi, akses 24 jam, serta dukungan teknologi dan regulasi yang semakin baik,” kata Odang.
Related News
Lawan Inflasi! Investasi Sejak Muda Percepat Kebebasan Finansial
IHSG Anjlok 113 Poin ke 5.873, Sepanjang Hari Ada di Zona Merah!
Ancaman Downgrade Dua Indeks Global, BEI Janji Jaga & Kejar Perbaikan
Sucor Masih Kantongi 2 Calon Emiten di Pipeline IPO
IHSG & Big Caps Loyo di Sesi I, 4 Emiten Baru IPO Justru Adu Kuat
IHSG Tertekan Sentimen Watchlist S&P DJI, Anjlok 1,35% ke 5.905





