Selamat Sempurna (SMSM) Pangkas Target Penjualan 2024, Ini Sebabnya
:
0
smsm, PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), public expose, PE live 2024, penjualan.
EmitenNews.com - PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), perusahaan komponen otomotif Indonesia, merevisi target pertumbuhan penjualannya untuk tahun 2024 menjadi 2% dari sebelumnya 8%.
Revisi ini diumumkan oleh Wakil Direktur Utama SMSM, Ang Andri Pribadi, dalam Public Expose Live 2024 yang digelar secara daring pada Rabu (29/8).
“Situasi geopolitik global yang masih belum kondusif memaksa kami menurunkan proyeksi pertumbuhan penjualan,” ungkap Andri.
Dengan kondisi global yang tak menentu, SMSM mengakui bahwa bisnisnya sangat terdampak, terutama karena lebih dari separuh pendapatannya berasal dari pasar ekspor. Pada semester pertama 2024, ekspor SMSM mencapai Rp1,4 triliun atau sekitar 59% dari total penjualan yang tercatat sebesar Rp2,35 triliun.
Ekspor ke beberapa kawasan seperti Asia, Eropa, dan Afrika mengalami penurunan yang signifikan secara tahunan pada paruh pertama tahun ini. Namun, ada peningkatan ekspor ke pasar utama seperti Amerika Serikat, Australia, dan Malaysia, yang sedikit mengimbangi penurunan di kawasan lain.
Meski target pertumbuhan penjualan tahun ini dipangkas menjadi hanya 2%, SMSM tetap percaya diri bisa mencatatkan pertumbuhan laba bersih hingga 8% secara tahunan. Hal ini didukung oleh catatan kinerja perusahaan yang berhasil menjaga pertumbuhan laba bersih yang konsisten selama hampir dua dekade.
Selama 19 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba bersih SMSM mencapai 29%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan yang hanya 19%.
Pada semester pertama 2024, SMSM membukukan kenaikan laba bersih sebesar 3,71% meski pendapatan turun 5,26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Andri menyatakan bahwa SMSM lebih memprioritaskan peningkatan profitabilitas daripada sekadar mengejar penjualan.
“Kami lebih fokus pada efisiensi operasional dan optimalisasi laba, karena sekadar meningkatkan pendapatan tanpa mempertahankan laba tidaklah cukup,” jelasnya.
Related News
Ironi Anggota Lawas MSCI, EXCL Berbalik Rugi 286 Persen Kuartal I 2026
Bali United Ternyata Ada Sahamnya, Kodenya BOLA
Pantau Saham dengan Dividend Yield Jumbo Mei 2026, Nyampe 20 Persen
Jadi Top Losers, Saham Grup Prajogo dan Emiten Big Caps Kompak Ambruk
JAST Dukung Penguatan Layanan 112, Kunci Kolaborasi Indonesia-Korsel
Indeks LQ45 Terperosok, Efek Rebalancing MSCI?





