EmitenNews.com - PT Surya Esa Perkasa (ESSA) mengumumkan logo baru. Pengenalan identitas baru dilakukan secara virtual Jumat (26/3). Identitas baru berlaku untuk seluruh entitas publik dan anak usaha, termasuk PT Panca Amara Utama (PAU).
”ESSA berarti Satu. Itu mencerminkan keinginan kolektif untuk bersatu, menjadi yang terbaik, dan melakukan dengan kerendahan hati,” tutur President Director & Chief Executive Officer ESSA Vinod Laroya, akhir pekan lalu.
Proses perubahan identitas itu berdasar sertifikat merek brand Identity ESSA pada 2 September 2020 dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Perubahan brand identitas itu, tidak berdampak pada perubahan nama badan hukum perusahaan sebagai entitas, atau pada perjanjian dan/atau komitmen perusahaan sedang berlangsung dengan pihak mana pun.
Melalui perubahan ini, perseroan berharap memberi semangat dan energi baru bagi perusahaan untuk bertumbuh dan memberi nilai tambah bagi sumber daya Indonesia. ”Itu tercermin dari kesepakatan perjanjian kerja sama ESSA dalam pengembangan dan produksi amonia biru baru-baru ini dilaksanakan. Melalui amonia biru, kami berharap membuka jalan perusahaan terdepan menyediakan bahan bakar masa depan Indonesia,” tandasnya.
Pada 2006, ESSA tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2012, melalui anak usaha PAU, ESSA menjadi salah satu produsen amonia terbesar Indonesia, pertama kali di dunia memanfaatkan teknologi terbaru, KBR Reforming Exchanger System and Purifier Technology’.
Pada Maret 2021, ESSA melalui PAU meneken Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengumpulan, Pemanfaatan dan Penyimpanan Karbon (Carbon Capture, Utilization and Storage/CCUS) untuk Produksi Amonia Biru di Indonesia bekerjasama dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), Mitsubishi Corporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Melalui komitmen Amonia Biru, ESSA membuka jalan bagi Indonesia untuk menjadi yang terdepan dalam menyediakan bahan bakar masa depan. (Rizki)
Related News
MCG Pangkas 20,96 Persen dari 70,9 Juta Saham Tresuri MDKA, Buat Apa?
Demi Rp450M dari Bank Mandiri, Indoritel Jaminkan Obligasi dan RDN
Dana IPO Pancaran Samudera (PSAT) Ludes, Telisik Alokasinya
Saham Yulie Sekuritas (YULE) Dilego 1,75 Persen Oleh Entitas Ini
Tersisa Rp128,7M, Dana IPO PJHB Parkir di Deposito Bank Capital
Aksi Senyap Divestasi UBS, 87 Juta Lembar Saham BISI Dilepas Misterius





