Sentimen Positif Melimpah, IHSG Jejak Level 7.335
Para pengunjung memenuhi Mail Hall Bursa Efek Indonesia dengan latar layar menampilak pergerakan saham. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kemarin ditutup bervariasi dengan mayoritas melemah. Itu dipicu rotasi emiten sektor teknologi berkapitalisasi besar ke sektor berkapitalisasi kecil diuntungkan pemangkasan suku bunga acuan. Probabilitas pemangkasan suku bunga makin membesar pasca-rilis data inflasi Juni 2024.
Justru terjadi deflasi 0,1 persen secara bulan (MoM) berbanding terbalik dengan ekspektasi 0,1 persen mom. Sementara itu, inflasi umum dan inti secara tahunan masing-masing 3 persen yoy, dan 3,3 persen lebih rendah dari sebelumnya 3,1 persen yoy, dan 3,4 persen yoy.
Menyusul probabilitas pemangkasan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) pada September 2024 nanti pasca-rilis data inflasi Juni 2024 diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Kemudian, lonjakan beberapa harga komoditas, dan aksi beli investor asing berpeluang menjadi katalis positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG).
Tersebab itu, retail research CGS International Sekuritas Indonesia meramal IHSG akan bergerak menguat dengan kisaran support 7.265-7.230, dan resistance level 7.335-7.370. Sejumlah saham layak beli antara lain Kalbe Farma (KLBF), Amman (AMMN), Pertamina Gas Negara (PGAS), Jasa Marga (JSMR), BSI (BRIS), dan Antam (ANTM). (*)
Related News
Saham TUGU Rebound Cepat Usai Koreksi, Intip Sebabnya!
IHSG Ditutup Melemah 0,53 Persen, Sektor Industri Anjlok Terdalam
IHSG Berbalik Melemah di Sesi I (5/2), Saham Emas Rontok
OJK Dorong BPD Tingkatkan Pembiayaan UMKM Untuk Pacu Ekonomi Daerah
Menperin Dorong ASAKI Ambil Peluang Dari Program Gentengisasi
Indonesia Bidik Empat Besar Produsen Keramik Dunia





