Serapan Dana IPO Tidak Maksimal, Ini Dalih NATO
Salah satu resort besutan Surya Permata berada di bib pantai. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Surya Permata Andalan (NATO) masih menyimpan dana initial public offering (IPO) senilai Rp127,71 miliar. Dana tersebut bersarang di Bank CIMB Niaga (BNGA) dengan tingkat bunga 3 persen. Penempatan dana IPO tersebut dalam bentuk rekening giro.
Dana itu ditempatkan atas nama Roku Bali Internasional Rp7,47 miliar, Mitra Graha Tangguhperkasa Rp60,14 miliar, dan Citra Multi Jaya Rp60,09 miliar. Dana IPO tersebut belum terserap maksimal karena beberapa sebab. Sejak pandemi Covid-19 sampai dengan saat ini, kondisi perekonomian belum menunjukkan perbaikan signifikan, khususnya sektor wisata untuk wilayah di luar destinasi wisata prioritas .
Sebagai gambaran, pada perayaan Idulfitri 2025, pengunjung, dan pemudik datang ke wilayah Selayar menurun 37,3 persen dibanding periode 2024, sedang untuk kunjungan wisatawan ke Pulau Rote masih mengalami penurunan sejak tahun 2023. Berdasar kondisi itu, perseroan dan anak usaha menunda pembangunan hotel, dan resort di Selayar, dan Rote seluruhnya akan didanai dana hasil penawaran umum.
”Sisa dana hasil penawaran umum tersebut masih ditempatkan dalam bentuk rekening giro pada Bank CIMB Niaga. Dan, belum ada rencana perubahan atas penggunaan dana hasil penawaran umum tersebut,” tegas Dessa Christian, Direktur and Corporate Secretary Surya Permata Andalan.
Kendati demikian, perseroan belum ada rencana untuk mengubah formasi alokasi penggunaan dana hasil initial public offering. Tersebab, perseroan beserta entitas usaha tetap berkomitmen penuh melaksanakan pembangunan hotel, dan resort karena telah mempunyai tanah di Selayar seluas 223.191 meter persegi dengan hak legal tanah berupa sertifikat hak guna bangunan (SHGB). (*)
Related News
Permintaan Nikel Menguat Bawa Laba DKFT 2025 Melejit 38,44 Persen
Setahun Danantara, Bank Mandiri Dukung Pemerataan Pendidikan Nasional
Resmi Cerai, PPGL Buang Habis Seluruh Saham JAYA Senilai Rp44,6M
Suspensi Dibuka, Saham UDNG Lanjutkan Bearish ARB 9 Kali Beruntun
Drop 66,62 Persen, Laba AMFG Sisa Rp79,63 Miliar
Danai Akuisisi, PYFA Izin Right Issue 5,7 Miliar Lembar





