IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Simak! Berikut Jadwal Right Issue MNC Energy Investments (IATA) 14,84 Miliar Lembar

20/10/2022, 09:30 WIB

Simak! Berikut Jadwal Right Issue MNC Energy Investments (IATA) 14,84 Miliar Lembar

EmitenNews.com - PT MNC Energy Investments (IATA) menjajakan right issue maksimum 14.840.555.748 helai alias 14,84 miliar lembar. Saham seri B bernominal Rp50 itu, dibalut harga pelaksanaan Rp180 per saham. Dengan skema harga itu, perseroan berpotensi meraup dana maksimum Rp2,67 triliun. 


Right issue itu, ditawarkan dengan rasio 10 banding 13. Artinya, setiap pemilik 10 saham lawas berhak menebus 13 HMETD. Setelah pelaksanaan right issue itu, MNC Energy akan dimiliki langsung MNC Asia Holding (BHIT). Saat bersamaan, perseroan juga menerbitkan maksimal 2.968.111.149 waran seri I. Setiap 5 saham hasil pelaksanaan right issue melekat 1 waran seri I dengan harga pelaksanaan Rp210 per lembar. Nah, dari pelaksanaan waran, perseroan akan meraup Rp623,30 miliar. 


Hasil dana untuk pelunasan seluruh promissory note perseroan yang diterbitkan kepada MNC Asia Holding. Caranya, dengan membayar uang dan/atau konversi hak tagih menjadi saham perseroan dalam pengambilalihan PT Bhakti Coal Resources (BCR). Selanjutnya, setoran modal kepada BMR untuk investasi pengembangan usaha sektor migas. BMR tengah mengevaluasi peluang eksplorasi Indonesia Timur, yaitu Blok Semai III di Papua. 


”Dan, terakhir setoran modal ke BCR untuk modal kerja, dan pengembangan usaha sektor pertambangan batu bara,” tulis Natassha Yunita, Head of Investor Relations MNC Energy Investments. 


Sekadar informasi, MNC Energy Investments mengalihkan pilar bisnis utama dari bidang pengangkutan udara niaga, dan jasa angkutan udara, menjadi perusahaan bergerak bidang energi, dan investasi. Itu diawali dengan mengakuisisi 99,33 persen saham BCR, induk dari 8 perusahaan batu bara berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel). 


Dengan 1,6 miliar metrik ton (MT) sumber daya batu bara dimiliki BCR, MNC Energy melakukan langkah strategis memanfaatkan momentum peningkatan permintaan batu bara, dan kenaikan harga komoditas batu bara. MNC Energy memandang penajaman fokus menjadi perusahaan energi, dan investasi, khususnya sektor batu bara, dapat membantu mendongkrak prospek bisnis perseroan. 


Jadwal right issue MNC Energy Investment sebagai berikut. Tanggal efektif pada 17 Oktober 2022. Daftar pemegang saham berhak atas HMETD pada 27 Oktober 2022. Cum HMETD pasar reguler dan pasar negosiasi pada 25 Oktober 2022. Ex HMETD pasar reguler dan pasar negosiasi pada 26 Oktober 2022. Cum HMETD pasar tunai pada 27 Oktober 2022. Ex HMETD pasar tunai pada 28 Oktober 2022. Distribusi HMETD pada 28 Oktober 2022. Pencatatan di BEI pada 31 Oktober 2022. Periode perdagangan, dan pelaksanaan HMETD pada 31 Oktober 2022 sampai 11 November 2022. 


Akhir pembayaran pesanan efek tambahan pada 15 November 2022. Periode penyerahan efek pada 2-15 November 2022. Penjatahan pada 16 November 2022. Pengembalian kelebihan uang pesanan pada 18 November 2022. Awal perdagangan waran pada 31 Oktober 2022. Akhir perdagangan waran pasar reguler dan negosiasi pada 27 Oktober 2025. Akhir perdagangan waran pasar tunai pada 29 Oktober 2025. Periode pelaksanaan waran pada 2 Mei 2023 sampai 30 Oktober 2025. Tanggal terakhir berlakunya waran pada 30 Oktober 2025. (*)



Author: J S