Songsong 2025, Grant Thornton Bagikan Tips Jitu Kelola Keuangan
:
0
Grant Thornton Indonesia berbagi panduan strategi untuk membantu individu mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian ekonomi. Ini penting, mengingat tahun 2025 diperkirakan penuh tantangan ekonomi. Dok. Ist.
EmitenNews.com - Grant Thornton Indonesia berbagi panduan strategi untuk membantu individu mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian ekonomi. Ini penting, mengingat tahun 2025 diperkirakan penuh tantangan ekonomi. Dengan ancaman inflasi yang terus berlanjut, kenaikan biaya hidup, serta ketidakpastian pendapatan dan lapangan kerja, perencanaan keuangan pribadi secara matang menjadi semakin penting.
Dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (17/12/2024), CEO Grant Thornton Indonesia, Johanna Gani, mengungkapkan, di tengah ketidakpastian ekonomi, penting bagi masyarakat untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam mengelola keuangan mereka. Perencanaan keuangan yang matang dan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan adalah kunci untuk tetap stabil dan tangguh.
“Keuangan yang sehat bukan hanya soal menabung, tetapi juga bagaimana mengelola risiko, merencanakan masa depan, dan membuat keputusan investasi yang bijaksana,” ujar Johanna Gani.
Pasalnya, di tengah perubahan ekonomi global yang dinamis, Indonesia tidak terlepas dari dampaknya. Pada tahun 2025, masyarakat diprediksi menghadapi berbagai tantangan ekonomi yang signifikan. Risiko inflasi dan kenaikan biaya hidup menjadi perhatian utama, dengan harga kebutuhan pokok, layanan kesehatan, dan pendidikan yang diperkirakan terus meningkat, sehingga daya beli masyarakat semakin tertekan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat inflasi Indonesia mencapai 1,8% year on year (y-o-y) pada September 2024, yang meskipun terkendali, masih berisiko meningkat akibat ketidakpastian global dan lonjakan harga energi.
Selain itu, fluktuasi tingkat suku bunga yang tidak stabil dapat memengaruhi biaya pinjaman, seperti cicilan rumah, kendaraan, hingga kredit usaha, yang berpotensi menambah tekanan finansial. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan suku bunga acuan tetap tinggi di kisaran 5,7% hingga 6% pada 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Ketidakpastian pendapatan dan stabilitas kerja juga menjadi isu penting, terutama dengan perkembangan teknologi dan otomatisasi yang dapat mengubah sejumlah sektor pekerjaan secara signifikan. Lembaga survey McKinsey pun memperkirakan sekitar 23 juta pekerjaan akan terdampak otomatisasi dalam 10 tahun ke depan, dengan dampak yang lebih terasa pada sektor manufaktur dan jasa.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksikan pertumbuhan kredit perbankan sebesar 9%-11% pada akhir 2024, seiring dengan kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat untuk mengakses pinjaman sebagai solusi ekonomi jangka pendek. Faktor tekanan ekonomi global, seperti ketidakpastian geopolitik dan perubahan kebijakan moneter, turut memengaruhi dinamika ini.
Di sisi lain, kebutuhan pengelolaan utang yang bijak menjadi semakin mendesak. Ketergantungan yang berlebihan pada pinjaman, jika tidak disertai manajemen yang tepat, dapat meningkatkan risiko beban keuangan di masa depan, mengancam stabilitas ekonomi keluarga di tengah situasi yang tidak pasti.
Strategi Keuangan Pribadi dari Grant Thornton Indonesia
Related News
Waduh, Rupiah Kok Loyo Lagi, Dampak Rilis MSCI?
Harga Emas di Bawah Bayang-Bayang Arah Kebijakan Fed
Korsel 12 Tahun Beruntun Gagal Tembus Pasar Negara Maju MSCI
Hormuz Anteng, Harga Minyak Turun Dekati Level Sebelum Konflik
Incar SIBS 2026, Pemprov Jabar Siapkan 46 Proyek dan Kawasan Industri
Tidak ada Tempat Bagi BUMN Sakit, Target Presiden Tutup 800 Entitas





